Suatu Pagi……


Bismillah….

Di suatu pagi……di jalan yang sedikit mendaki, di tengah angin yang semilir membawa rintik hujan…tangan2 kecil menggelayut….

Akhirnya bisa menarik nafas cukup dalam di tengah karpet hijau memandang ke bawah …..

Kupanggul Raihanah kecil sementara tangan yang satu meraih sang Kakak Albanie ….

Ingin rasanya pagi itu akan tetap pagi ….. sebelum beranjak turun…..melalui jalan setapak

Beranjak turun dari bukit berbunga ….

 

bukit-hijau-2-copy

Menikmati indahnya bumi parahyangan

bukit-hijau-1

Dulu ketika SD pemandangan seperti ini selalu diimpikan di kertas gambar putih ukuran A3

bukit-hijau-3

Memandang bumi mencari cakrawala

bukit-hijau-4

Tak peduli pundak penat …. asal bisa melihat mentari melukis di atas hamparan hijau

bukit-berbunga

bukit-hijau-5

Teringat kata-kata yang diucapkan Uci bing Slamet…..Bukit berbunga…..dan ternyata bukit itu ada

Di bukit indah berbunga

Kau mengajak aku kesana

Memandang alam sekitarnya

Karena senja telah tiba

Mentari tenggelam

Di gunung yang biru

Langit merah berwarna sendu

Kita pun turun bersama

Melintasi jalan setapak

Tanganmu kau peluk di pundak

Membawa aku melangkah

Tak lupa kau petik

Bunga warna ungu

Lalu kau selipkan di rambutku………. dst

Merindukan kembali bukit berbunga

 

 

Moments


2016-08-21-14-10-43


2016-08-21-14-08-28

P_20160820_160938_HDR-01

P_20160820_161144_HDR-01

 

Ketika waktu yang berkualitas bersama keluarga sangat mahal……

Bahkan sisa-sisa menit yang dapat diluangkan sangat mahal untuk ditebus

************************************************************

@ Situ Gunung

Sukabumi

Long Trip Hero


IMG_20160211_122956

Terusik akan tulisan majalah Jip edisi 8 Juni 2012, mengenai partner perjalanan jauh “Long Trip Hero” akhirnya menginspirasi saya menulis kisah perjalanan keliling Jawa dengan kuda tunggangan saya Ford Everest Hitam TDCi tahun 2011.

Sajian garangan asem yang pedas segar serta udara Simpang Lima Semarang seolah menandai berakhirnya perjalanan 17 hari berkendara dengan Ford Everest. Lamunan akan perjalanan yang kami tempuh membuat sayang untuk tidak dituliskan sebagai kenangan. Seperti halnya saya menuliskan kenangan saya bersama si Oddy. Odyssey tua yang juga mewarnai kisah perjalanan keluarga.

Kilas balik 17 hari sebelumnya………. Kali ini penumpang segala umur menjadi tester sejauh apakah SUV yang konon hanya dipakai oleh lelaki berprofesi sebagai engineer atau teknisi di pabrik dan dipakai pekerja kasar di tempat “berdebu” dan hanya dipakai oleh orang bercoverall diuji kemampuannya dengan membawa keluarga kecil di jalan beraspal dan menghadapi segala macam cuaca.

Sekelumit persiapan perjalanan dan etape

Ford Everest TDCi

Kondisi bagasi.jpg

Kilas balik 17 hari sebelumnya, dimana semua orang terlelap dalam gelapnya Depok, kami sibuk berbenah. Ketika koper-koper berat terangkat ke atas roofbox menandai petualangan keluarga menyusuri pantura dan kota-kota di pulau Jawa. Perjalanan ini adalah perjalanan terjauh kami sekeluarga, sekaligus uji coba berkendara bersama Ford Everest yang sudah lama kami impikan.

Perjalanan kami bagi menjadi 4 etape.

Etape Pertama : Depok – Solo Tawangmangu

Etape Kedua : Tawangmangu – Maospati – Batu Malang – Situbondo

Etape Ketiga : Situbondo – Batu Malang – Surabaya

Etape Keempat : Surabaya – Semarang – Depok

Penumpang & Drive Mode

Komposisi penumpang adalah 2 Balita (Raihanah 2 tahun dan Umayr 8 bulan), satu anak kecil Albanie 6 tahun dan Istri tercinta.

Dalam perjalanan pulang nenek kami juga ikut serta, sehingga lengkap sudah range usia yang menguji “kesaktian” ford Everest TDCi  untuk membuktikan bahwa ia layak mendapatkan gelar “LONG TRIP HERO”. Tipe perjalanan dan rute yang ditempuh dipilih bervariasi, dari jalan menyusuri pantai utara, hinggi naik turun bukit menyusuri lereng gunung lawu serta menghadapi jalan berkelok di tengah hujan lebat dan minim penerangan sepanjang jalur Pujon menuju Batu – Malang.

Ban Michelin Cross Terrain 245/70 yang sudah berusia 5 tahun tetap dipertahankan. Dengan shock breaker Bilstein yang menjadi andalan peredam kejut si Evie hitam. Oli mesin Connoco Guardol ECT menjadi bumbu manis menemani kinerja mesin Duratorq.

Tak lupa beban berat 50 kg dipanggul oleh ford everest dengan roofbox whale carrier yang berisi 2 tas koper dan 1 tas jinjing. Untuk menguji semburan tenaga si “LONG TRIP HERO” saya sengaja tidak pernah merubah panel shift dari posisi “D” atau Drive untuk segala jenis medan yang dilalui … hal ini untuk mengekploitasi torsi dan kekuatan dan kenyamanan transmisi matic si Evie. 

Pengemudi

Kali ini saya memutuskan untuk mengendarai sendiri si kuda hitam. Satu hal yang luar biasa dari SUV ini adalah posisi mengemudi yang nyaman, seolah badan kita menyatu dengan kursi membuat badan tidak mudah lelah. Posisi menyetir yang ergonomis serta panel yang sederhana dan tidak banyak tombol membuat kesan mobil ini   “simple but exceed expectation”. Jika diibaratkan lelaki, mobil ini adalah pria tangguh dan apa adanya namun dapat diandalkan dalam kesederhanaannya. Pepatah bilang “Less is More”

Kesan Perjalanan

Banyak yang mengatakan sebelumnya bahwa perjalanan kami akan menjadi pengalaman mereppotkan dengan komposisi penumpangnya…. Well … tapi tak akan pernah tau kalau belumlah dicoba. Akhirnya dengan tekad yang sudah bulat, dengan uang saku seadanya serta kondisi fisik yang terlah jauh hari dipersiapkan, keputusan telah dibuat untuk berangkat.

Satu kotak berisi obat-obatan  untuk perjalanan jauh pun tak ketinggalan. Bahkan jauh-jauh hari kami selalu menghitung mundur “kapan yaaaa bias berangkat…” perasaan cemas dan penasaran bercampur jadi satu.  Untuk perjalanan jauh keluarga, untuk memastikan para penumpang balita nyaman maka kehadiran roof box untuk menyimpan koper sangat membantu, sehinggga kabin mobil masih lega untuk menyimpan camilan serta memastikan ruang gerak si kecil cukup tersedia yang kadang mondar-mandir ke depan dan ke belakang. 

Seperti biasa baris ke tiga disulap menjadi tempat tidur darurat yang empuk dan nyaman serta hangat dengan tumpukan bantal dan selimut. Walau pada akhirnya menjadi teman tidur pribadi si Sulung…..hehehheeh.

Untuk mempermudah pergerakan liburan kali ini sengaja dilewatkan tanpa kamera DSLR, cukup bermodalkan HP ASUS Zenfone 2 Laser dengan kamera yang seadanya.

Okeh…itu tahap persiapan………walah baru tahap pesiapan tulisannya udah cukup panjang…hehehehehe.

Dengan roofbox di atap yang berisi 2 koper dan tas jinjing, perjalanan sengaja saya batasi pada range kecepatan 80-100 km/jam. Hal ini untuk menghindari body roll over yang berlebihan ketika mobil bergerak menikung pada kecepatan tinggi.

Perjalanan keluar tol cipali sukses di tengah bertebarannya cerita horor akan bahaya tol Cipali malam hari. Konsumsi solar terhitung cukup irit dengan perbandingan 1:12. Jalanan rusak ketika melewati kilometer terakhir menuju exit tol Pejagan tak sedikitpun mempengaruhi kenyamanan berkendara dengan Ford Everest. Dengan ground clearance 255 mm mampu melibas semua lubang maupun mengatasi perbedaan ketinggian antara bahu jalan dan badan jalan ketika kondisi darurat. Ground clearance yang cukup tinggi ini sangat membantu terutama sepanjang lintas pantura, yang mana bahu jalan umumnya lebih rendah ketimbang badan jalan utama. Sehingga jikalau harus “nyemplung ke bahu jalan” … tidak harus mengorbankan bumper terantuk jalan.

Ujian melewati tol Semarang-Solo pun dilalui dengan mulus dan melahap hampir semua tanjakan tanpa menurunkan gigi dari posisi “D” ke 3,2 bahkan 1.

Sampai di Solo malam hari….dengan jalanan yang basah dan udara yang bersahabat, 2 mangkuk wedang ronde dan asle sedikit menghangatkan suasana dan obat kantuk untuk memompa stamina ke posisi semula karena hal ini merupakan akan perjalanan jauh pertama dengan menggunakan mobil. Hampir seluruh penumpang tertidur pulas dalam mimpi indahnya sementara Ford Everest dengan gagahnya mendaki jalan menuju Tawangmangu.

Dalam pendakian ke arah Tawangmangu si Hitam Ford Everest tak kehilangan tenaganya sedikitpun tanpa mengorbankan kenyamanannya melewati jalan menikung dan bergelombang dengan dibuktikan si kecil yang tidak gampang terbangun dan tetap tidur pulas. Juga dibuktikan akan stamina si kecil yang tetap segar ketika sampai di penginapan di malam yang cukup larut.

… Hal ini membuktikan bahwa suspensi Everest cukup nyaman. Cukup keras sehingga stabil pada kecepatan tinggi dan tidak terlampau keras sehingga masih nyaman di kecepatan rendah. Akhirnya malam pun berlalu… berharap si Evie pun bisa beristirahat untuk perjalanan panjang selanjutnya.

Keesokan harinya kami dibangunkan kokok ayam pertanda petualangan akan dimulai kembali.

Gunung Lawu di pagi hari.jpg

AbualbanieWordpress_2

Tempat melepas penat – Jawa Dwipa Tawangmangu

Ujian selanjutnya adalah jalan mendaki di kebun teh kemuning…jalan yang sempit dan sedikit berliku, serta kondisi jalan yang berkerikil tak membuat nyali pengemudi drop, bahkan sesekali fantasi liar untuk terus menanjak akhirnya harus diurungkan mengingat kondisi perut yang lapar keroncongan.

AbualbanieWordpress_3

Kebun Teh – Kemuning

Ford Everest TDCi kebun teh kemuning

Kebun Teh Kemuning – Karanganyar

Ujian berikutnya adalah menyusuri lereng gunung lawu dari cemoro sewu hingga Maospati. Lagi-lagi saya tidak merubah drive mode, awalnya saya pikir Everest akan keteteran…namun kenyataan di lapangan berbeda, perjalanan menanjak hinggga turunan hanya over drive mode saja yang saya nyalakan.

Tenaga yang melimpah serta handling yang cukup mumpuni dengan dibantu penggerak roda belakang, jalan berkelok menanjak dapat diatasi.

Menghadapi medan berbukit dan menanjak serta berkelok di balik kemudi Ford Everst dengan semburan tenaga mesin Duratorq 2500 cc dengan tenaga 143 ps dengan torsi sekitar 340-an Nm, Ford everest seolah ingin berkeata kepada pengemudi “I’ll never let you down”. 

Cemoro Sewu

Bersama si Evie dan si Kecil Raihanah

Dengan suspensi format independent double wishbone di depan menyumbangkan kenyamanan dan kepresisian kemudi. Sedangkan leaf spring dengan stabilizer bar di belakang, pas untuk membawa beban lebih. Toh, Everest adalah 7 seater, dengan kapasitas angkut yang cukup besar dan bisa diajak untuk bersusah payah. Sesekali pedal gas diinjak dalam-dalam untuk mengeksploitasi tenaga terpendam Everest si “LONG TRIP HERO” 

Hari berlalu…hujan pun turun dengan lebatnya .. Setelah turun dari lereng gunung lawu kami bergerak menuju timur ke arah Batu Malang menikmati ganasnya jalanan Pujon-Malang di malam hari. Kali ini Bapak dan Ibu turut serta, membuat Ford Everest berada pada full capacity dengan 7 penumpang dengan 4 orang dewasa dan 3 orang anak ditambah beban roofbox 50 kg, seolah mengatakan bahwa perjalanan kali ini bukan perjalanan remeh-temeh.

Ford Everest - jalur gunung lawu

Di lereng gunung lawu

Kabut menyergap.jpg

Ford Everest TDCi lereng.jpg

Melewati Pujon, tidak hanya tanpa lampu, hujan deras pun seolah memberi bumbu tersendiri untuk membuat perjalanan kali ini sangat mengesankan. Jalanan berkelok tiada henti dengan rambu penanda akan bahaya longsor sesekali disapu dengan lampu jauh …. Jarak pandang yang cukup terbatas karena hujan serta jalan yang licin membuat kami deg-degan sepanjang perjalanan. Jalanan berliku, tikungan curam serta kanan dan kiri ngarai kiri yang cukup dalam…apalagi yang diharapkan selain mobil tangguh segala medan dan pengemudi yang handal tentunya…ehem..ehem…. :D 

Singkat cerita, satu persatu kota tujuan kami capai, dengan segala medan dan rintangannya masing-masing.

Ternyata berkendara dengan Ford Everest sangat menyenangkan. Kesan aman selama berkendara membuat rasa percaya diri ketika harus bertempur dengan mobil lain di medan yang berat dan belantara jalan raya dengan sopir AKAP dan truk yang cukup ganas….tidak termasuk ibu-ibu yang baru belajar naik motor matic tentunya … heheheh

Tak akan pernah cukup rasanya bercerita akan perjalanan keluarga kami melintasi pulau jawa selama 3 minggu lebih sejauh 2000 kilometer. Bertarung dengan truk besar, take over dengan kecepatan tinggi, menundukkan jalan berliku dan bersua dengan aspal mulus di tengah terik matahari dan hujan lebat… Ford everest dengan mantab menemani perjalanan keluarga tanpa halangan berarti.

IMG_20151223_070408.jpg

Menikmati indahnya kampung halaman

Ford Everest TDCi-Pasir Putih 3

Di Pasir Putih Situbondo

Menikati deburan ombak di Pantai Pasir Putih.jpg

Pasir Putih.jpg

Malang.jpg

Jembatan Suramadu

Evie melintasi jembatan Suramadu

Sekedar berbagi tips berkendara jarak jauh dengan membawa keluarga besar

  1. Pastikan kondisi pengemudi dalam kondisi fit. Periksa kesehatan jika perlu
  2. Pastikan kondisi kendaraan dalam kondisi prima, cek kondisi drive belt dan timing belt, kondisi roda dan tekanan ban serta kaki-kaki kendaraan cukup krusial, terutama jika medan yang akan dilewati cukup berat.
  3. Cek kondisi AC kendaraan, hal ini krusial mengingat suhu udara siang hari di Indonesia cukup panas. Terlebih membawa bayi yang rentan terhadap cuaca panas dan menjamin kenyamanan suasana dalam kabin.
  4. Jangan lupa surat-surat kendaraan ikut dibawa.
  5. Membawa bekal yang cukup serta jika perlu gunakan GPS atau peta untuk memantau kondisi perjalanan.
  6. Roofbox dan Baby car seat sangat membantu untuk kenyamanan dan keselamatan si kecil di dalam kabin.
  7. Bawalah obat-obatan yang krusial, misal obat sakit kepala dan masuk angin, hehehhe, jangan lupa lipitor bagi yang ingin wisata kuliner kelas berat.
  8. Ketahui keterbatasan diri, penumpang dan kendaraan. Jika lelah maka janganlah dipaksa. Jika kendaraan dianggap tidak mampu melewati jalur tertentu atau medan tertentu, pilih jalur yang mudah dan aman. Jangan berkendara sendirian di malam hari di jalan yang sepi kecuali telah pengalaman melewati jalur tersebut.
  9. Drive safely, biasakan berkendara dengan mode defensive driving.
  10. Jangan lupa berdoa sebelum berangkat safar serta tetap mengawasi waktu sholat agar tidak terlewat dan memahami adab-adab safar.

Dan pada akhirnya …. Satu yang pasti…kami telah mengendarai “LONG TRIP HERO” 

Long Trip Hero.jpg

Ford Everest - Malang.jpg

Hendra Taruna – Fevci 046

Untuk mu dan Untuk ku


Lonely

Kita tidak bisa mengubah yang telah terjadi

Juga tidak bisa menggariskan kepastian masa depan

Lalu……

Mengapa membunuh diri kita dengan penyesalan…..

…….atas apa yang sudah tidak bisa kita ubah

Hidup itu singkat, sementara target nya banyak

Maka tataplah awan dan jangan lihat ke tanah

Kalau merasa jalan sudah makin sempit,,,,

kembalilah kepada RabbmuAllah yang Maha Mengetahui hal yang ghaib

Dan ucapkanlah Alhamdulillah atas apa saja

Kapal titanic dibuat oleh ratusan orang….

Kapal nabi Nuh alaihissalam dibuat hanya oleh satu orang

tetapi……………………..

Titanic tenggelam, sedangkan bahtera Nuh menyelamatkan ummat manusia

Taufik hanya dari Allah ta’ala

Kita bukanlah penduduk asli bumi,,

asal kita adalah Surga ….

Tempat dimana orang tua kita,, Adam alaihissalam,, tinggal pertama kali 

Kita tinggal di sinihanya untuk “Sementara”.

Untuk mengikuti ujian lalu segera kembali

maka…………..

Berusahalah semampumu, untuk mengejar kafilah orang-orang yang shalih

yang akan kembali ke tanah air yang sangat luas,,

di Akhirat sana…….

Jangan sia-siakan waktumu di planet kecil ini

Perpisahan itu bukanlah karena perjalanan yang jauh…

atau karena ditinggal orang tercinta……

Bahkan…..kematian pun bukanlah perpisahan…

sebab kita akan bertemu kembali di akhirat…

Perpisahan adalah……..

ketika satu diantara kita masuk surga…..

sedang yang lainnya terjerembab di Neraka

Semoga Allah ta’ala menjadikan aku dan kita semua menjadi penghuni surga-Nya

********

by : Anonim

********

5102015

Palindrome night

20:28 WIB