Dan Senja pun berlalu…..


P_20161227_052323 pagi

“Banyak orang yang menangisi masa lalunya

dan rindu untuk kembali ke masa-masa itu.

Tapi mengapa kita tidak berfikir untuk memperbaiki hari ini..

…..sebelum ia menjadi masa lalu…?”

– Syaikh Ali Musthafa Thantawi rahimahullah –

Dan senjapun pergi…
Cepat atau lambat kita akan menjadi masa lalu…

(Ust. Aan Chandra Thalib – ACT El-Gharantaly)

Ketika engkau dikaruniai waktu ….


Sejatinya liburan 2 keluarga yang senantiasa diidam-idamkan setelah sekian lama akhirnya membuahkan hasil…di tengah sempitnya waktu…yang bahkan melihat tawa riang si kecil bermain bersama saudaranya di tengah sejuknya udara pagi menjadi kian langka….

 

akhirnya hari itu….

Terbangun pukul 04:00 sebelum shubuh …. dengan segala jurus nya akhirnya bisa siap dan berangkat jam 05:30…melawan dinginnya air kamar mandi …. merayap pasti menuju Kebun Teh Walini – Gunung Mas Puncak Bogor

Berbekal celana training, kaos oblong, sepatu olahraga….akhirnya disinilah kami terdampar….

P_20170325_085024-01P_20170325_091127-01P_20170325_092120-01P_20170325_092223-01

P_20170325_122019-01

Mendung pun turun…..sajian makan siang di Nicole’s Kitchen menutup serangkaian keletihan dan kepenatan hari itu….

**********************

Depok –  Sehari setelah hari itu

Duhai putriku ….


Raihanah abualbanie

 

Duhai putriku…

Aku tahu ini tak akan semudah yang engkau pikirkan

Putriku… engkau memang bukanlah putri raja arab ataupun orang arab… namun berhijablah

Putriku… Ayah mu pun bukanlah raja arab… namun berhijablah

Putriku… Aku pun demikian… bukan orang arab tapi akupun berhijab… sama sepertimu

Dan yang kutahu kau dan aku berhijab bukan karena meniru orang arab..

Yang kutahu Tuhanku dan Tuhanmu… Allah ‘azza wa jalla memerintahkan demikian

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzaab: 59)

Walaupun suatu saat nanti… jangankan satu putri Arab yang enggan berhijab… seluruh wanita di dunia enggan berhijab… kuharap hanya engkau putriku tetaplah demikian dengan hijabmu… karena cintamu pada Rabb mu dan Rasulullah di atas segalanya

Karena Rasul kita Muhammad Sallallahu ‘alaihi wasallam berpesan kepada ummat nya

“………Karena barangsiapa di antara kalian yang hidup sepeninggalku nanti, dia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib bagi kalian untuk berpegang pada sunnah-ku dan sunnah Khulafa’ur Rasyidin yang mereka itu telah diberi petunjuk. Berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah ia dengan gigi geraham kalian…..” [HR. At Tirmidzi no. 2676. ia berkata: “hadits ini hasan shahih”]

“Akan tiba suatu zaman bagi manusia, barnagsiapa di antara mereka yang bersabar berpegang teguh pada agamanya, ia ibarat menggenggam bara api” (HR. At Tirmidzi 2260, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan At Tirmidzi)

#catatan Ummu Albanie untuk putrinya Raihanah

Suatu Pagi……


Bismillah….

Di suatu pagi……di jalan yang sedikit mendaki, di tengah angin yang semilir membawa rintik hujan…tangan2 kecil menggelayut….

Akhirnya bisa menarik nafas cukup dalam di tengah karpet hijau memandang ke bawah …..

Kupanggul Raihanah kecil sementara tangan yang satu meraih sang Kakak Albanie ….

Ingin rasanya pagi itu akan tetap pagi ….. sebelum beranjak turun…..melalui jalan setapak

Beranjak turun dari bukit berbunga ….

 

bukit-hijau-2-copy

Menikmati indahnya bumi parahyangan

bukit-hijau-1

Dulu ketika SD pemandangan seperti ini selalu diimpikan di kertas gambar putih ukuran A3

bukit-hijau-3

Memandang bumi mencari cakrawala

bukit-hijau-4

Tak peduli pundak penat …. asal bisa melihat mentari melukis di atas hamparan hijau

bukit-berbunga

bukit-hijau-5

Teringat kata-kata yang diucapkan Uci bing Slamet…..Bukit berbunga…..dan ternyata bukit itu ada

Di bukit indah berbunga

Kau mengajak aku kesana

Memandang alam sekitarnya

Karena senja telah tiba

Mentari tenggelam

Di gunung yang biru

Langit merah berwarna sendu

Kita pun turun bersama

Melintasi jalan setapak

Tanganmu kau peluk di pundak

Membawa aku melangkah

Tak lupa kau petik

Bunga warna ungu

Lalu kau selipkan di rambutku………. dst

Merindukan kembali bukit berbunga