Tentang Ku

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh,

Seperti halnya diriku yang dulu, yang selalu kesulitan untuk menorehkan sesuatu pada halaman kosong ketika ditanya “please describe yourself” atau “please tell about you”. Seolah aku tak pernah bisa menjawabnya, namun malam ini aku yang lemah perlahan meletakkan jari-jemariku tuk sekedar menekan tombol qwerty laptop ku satu demi satu hingga memenuhi satu halaman depan blogs ku.

Aku adalah pria biasa,  and just an ordinary people, hanya pria biasa yang dibiasakan untuk hidup sederhana dan biasa-biasa saja didalam kehidupan yang boleh aku katakan luar biasa. Aku terlahir dari rahim seorang ibu ketika beliau berusia 18 tahun dan ayahku berusia 22 tahun. Aku terlahir ke dunia ini pada hari sabtu, tanggal 26 Maret di tahun 1983 pada waktu menjelang senja. Aku dilahirkan di sebuah kota kecil (jika tak ingin disebut desa) yang pada tahun kelahiranku belumlah tercantum sebagai sebuh kota oleh Bakorsurtanal, sehingga belumlah layak disebut namanya disebuah peta. Dahulu kala, hanya kota “Panarukan” sajalah yang tampak, kota pelabuhan yang sempat bersinar hingga Amsterdam, yang kini hanya tersisa rel kereta yang menjorok ke arah lautan.

Aku hanya pria biasa yang memiliki nama dengan lima suku kata “Hendra Taruna Budi Cahya Leksana”. Nama yang cukup panjang untuk dibebankan pada seorang pria biasa di desaku dahulu, karena pada umumnya, teman-teman sebayaku memiliki paling tidak tiga suku kata dalam namanya.

Masa kecilku sama halnya dengan masa kecil anak-anak di desaku, bermain gundu, berlari diantara pematang sawah, terpukau dengan banyaknya kunang-kunang diantara semak belukar, atau hanya sekedar menangkap ikan, capung dan kupu-kupu. Setelah lima tahun lamanya aku bermain sendiri, adikku datang menemaniku dan empat belas tahun kemudian adikku yang paling bungsu pun menyusul tuk melengkapi keluarga kecil nan sederhana.

Aku mengenyam pendidikan di desaku selama empat belas tahun lamanya, sedari taman kanak-kanak hingga SMU. Dan ajaibnya, sedari SD hingga SMU, sekolahku hanya berjarak beberapa tongkat saja dari rumahku. Jika boleh kukatakan, masa-masa SMU adalah masa-masa yang paling indah, dan mungkin sudah sewajarnya semua orang berkata demikian. Selama empat belas tahun itu pula aku hidup sangat dekat dengan kedua orang tuaku, selalu melihat bagaimana kerja keras mereka dalam memberikan kasih sayangnya pada anak-anaknya.

Hingga Allah mentakdirkanku berpisah dengan kedua orang tuaku dan kerabat yang kucintai di tahun 2001. Aku pergi tuk merengkuh impianku tuk dapat melanjutkan sekolahku yang tak pernah sedikitput terlintas di benakku. Kehidupanku berubah semenjak pertama kali aku melangkahkan kakiku di sebuah kota dengan hiruk pikuknya. Kota yang tak pernah kukenal sebelumnya.

Namun, Allah ‘Azza wa jalla yang maha pengasih akan hamba nya, mendengarkan rintihan tangisku, hingga Ia pun memberikanku sahabat-sahabat terbaik yang belum pernah aku miliki sebelumnya, sahabat yang selalu ada menemaniku dikala sedih atau senang, sahabat yang pertama kali memperkenalkanku akan manhaj yang haq, manhaj yang lurus, manhaj yang memiliki cahaya yang terang benderang. Semoga Allah memberikan kami kekuatan dan keteguhan hati untuk tetap istiqamah di jalan yang Haq ini, amin.

Alhamdulillah, atas kasih satyangNya pula, saat ini aku telah memenuhi separuh agamaku, Allah memberikanku istri yang terbaik insyaAllah serta sang jagoan cilik dan bidadari kecil yang senantiasa memberi warna tersendiri dalam hari-hariku.

Akhirnya, aku ucapkan terima kasih yang tiada batas pada kedua orang tuaku yang dengan jerih payahnya dan tanpa kenal lelah selalu membimbingku hingga aku menjadi seperti saat ini, masih bisa melihat senja seperti dulu, masih bisa melamunkan anganku ketika senja kembali pergi berganti sunyinya malam.

40 thoughts on “Tentang Ku

    • wa fiyki barokallah …. iya insyaAllah nanti ana sampaikan salamnya …. ana tau blogs Diatr Hujan dulu dari Abu Khalid … (eh dulu belum jadi bapak yah… dari Sofyan Nugraha Maksudnya..hehehe). Lantas ana coba buat blogs tapi baru beberapa hari yang lalu kesampaian, ternyata menulis enak juga buat keluarin uneg2. Afwan sebelumnya kalau sering buka blog diary hujan, karena suka liat puisinya [Sapardi Djoko Damono] …hehehhe.

  1. Thank you for visiting my Writing hell and leaving a lovely paragraph.
    Thank you for your nice words and taking time to do so.
    I always believe that as long as ones memory is alive in the mind, then people will never die.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s