Desaku


My village  that I love it

I always admire it

The place where dad and  mom lives

The place for my neighbors

I promise not to forget it

and  keep it united

I’ll always miss the village

Oh my peaceful village . . .


Advertisements

Selepas Hujan


Jika malam hari hujan pun turun dengan derasnya ..

di suatu pagi nan hangat dan indah … kutatap sisipan cahaya mentari menembus sela-sela pohon nan basah ….

Kuharap bisa berlama-lama menikmatinya

 

P_20161030_065926_HDR-01P_20161120_063352-01P_20161120_063657-01P_20160716_082644-01

img_20171209_061303-011578717130.jpeg

— Ray Of Light —

Di pagi nan hangat itu

di penghujung 2017

9:03 AM

Dan Senja pun berlalu…..


P_20161227_052323 pagi

“Banyak orang yang menangisi masa lalunya

dan rindu untuk kembali ke masa-masa itu.

Tapi mengapa kita tidak berfikir untuk memperbaiki hari ini..

…..sebelum ia menjadi masa lalu…?”

– Syaikh Ali Musthafa Thantawi rahimahullah –

Dan senjapun pergi…
Cepat atau lambat kita akan menjadi masa lalu…

(Ust. Aan Chandra Thalib – ACT El-Gharantaly)

Suatu Pagi……


Bismillah….

Di suatu pagi……di jalan yang sedikit mendaki, di tengah angin yang semilir membawa rintik hujan…tangan2 kecil menggelayut….

Akhirnya bisa menarik nafas cukup dalam di tengah karpet hijau memandang ke bawah …..

Kupanggul Raihanah kecil sementara tangan yang satu meraih sang Kakak Albanie ….

Ingin rasanya pagi itu akan tetap pagi ….. sebelum beranjak turun…..melalui jalan setapak

Beranjak turun dari bukit berbunga ….

 

bukit-hijau-2-copy

Menikmati indahnya bumi parahyangan

bukit-hijau-1

Dulu ketika SD pemandangan seperti ini selalu diimpikan di kertas gambar putih ukuran A3

bukit-hijau-3

Memandang bumi mencari cakrawala

bukit-hijau-4

Tak peduli pundak penat …. asal bisa melihat mentari melukis di atas hamparan hijau

bukit-berbunga

bukit-hijau-5

Teringat kata-kata yang diucapkan Uci bing Slamet…..Bukit berbunga…..dan ternyata bukit itu ada

Di bukit indah berbunga

Kau mengajak aku kesana

Memandang alam sekitarnya

Karena senja telah tiba

Mentari tenggelam

Di gunung yang biru

Langit merah berwarna sendu

Kita pun turun bersama

Melintasi jalan setapak

Tanganmu kau peluk di pundak

Membawa aku melangkah

Tak lupa kau petik

Bunga warna ungu

Lalu kau selipkan di rambutku………. dst

Merindukan kembali bukit berbunga