Jangan Pernah Menyepelekan Doa


Hari telah larut untuk seorang ayah yang ingin menikmati canda tawa si kecil menyambut kedatanganku. Kepala ini masih penuh dengan segala seluk beluk masalah pekerjaan dan kehidupan. Tubuh dan pakaian pun seolah melekat jadi satu bersama kulit yang basah oleh keringat sementara lutut yang lunglai seolah kaki tak mampu berjalan. Sedih tak bisa dielakkan dari senyum wajah yang terpaksa dengan segenap permasalahan yang melekat di hati.

Setiap kali menemui persimpangan….ketika segenap usaha sudah dilakukan seolah tak berarti…disitulah sesungguhnya manusia diuji, bahwa sesungguhnya kita manusia adalah makhluk yang lemah. Maka berdo’alah…mintalah kepada sang maha kuat.. Allah ‘Azza wajalla

Pathway

Terkesima dengan sebuah nasihat dari Ustadz Firanda di bawah tentang Do’a

 

Kepada saudaraku yang hatinya terluka…kalbunya dimakan kesedihan dan kegelisahan…

Kepada saudaraku yang dilindas dan digilas beratnya kemiskinan…dililit hutang yang menggunung….

Kepada saudaraku yang memikul segunung problematika….yang merasa seluruh jalan dan sebab telah tertutup…

Apakah kau lupa senjatamu yang sangat ampuh…??, Doa…dialah permohonan yang ditujukan kepada Pencipta alam semesta ini…?? Apakah kau meremehkannya???

Al-Imam As-Syaafi’i rahimahullah berkata :

أَتَهْزَأُ بِالدُّعَاءِ وَتَزْدَرِيهِ *** وَمَا تَدْرِي بِمَا صَنَعَ الدُّعَاءُ

Apakah engkau mengejek doa dan menyepelekannya….
Tidakkah engkau tahu apa yang bisa diperbuat oleh doa?

سِهَامُ اللَّيلِ لا تُخْطِي وَلَكِنْ *** لَهَا أَمَدٌ وَلِلْأَمَدِ انْقِضَاءُ

Anak panah yang dilepaskan di malam hari, tidak akan meleset, akan tetapi…
Anak panah tersebut ada waktunya/tempo untuk mengenai…dan setiap waktu pasti ada akhirnya

Janganlah pernah meremehkan doa… ia adalah senjata kaum shalihin… bahkan senjata para Nabi ‘alaihim as-salaam.

Angkatlah kedua tanganmu…mintalah kepada Rabb-mu…jangan pernah malu untuk meminta kepada Rabb-mu yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang kepada para hambaNya…

Curahkan segala keluh kesahmu kepada Rabb-mu yang lebih rahmat kepada seorang hamba dari kasih sayang seorang ibu kepada anaknya…

Masihkah engkau berburuk sangka kepadaNya…, masihkah engkau enggan untuk berdoa… ??!!

Bangunlah di gelapnya malam tatkala semua orang tertidur pulas…keluhkan seluruh bebanmu kepada Allah….

لاَ تَسْأَلَنَّ بَنِي آدَمَ حَاجَةً *** وَسَلِ الَّذِي أَبْوَابُهُ لاَ تُحْجَبُ

Jangan sekali-kali engkau meminta hajatmu kepada anak Adam…
Akan tetapi mintalah kepada Dzat yang pintu-pintunya tidak pernah tertutup

اللهُ يَغْضَبُ إِنْ تَرَكْتَ سُؤَالَهُ *** وَبَنِي آدَمَ حِيْنَ يُسْأَلُ يَغْضَبُ

Allah murka jika engkau tidak meminta kepadaNya
Adapun anak Adam jika engkau meminta-minta kepadanya maka ia marah.

 

*********

Hari minggu yang mendung

dan hujan tak kunjung datang

********

Ketika Cobaan Datang Bertubi-tubi


Ketika cobaan datang secara beruntun dan bertubi-tubi….

Ketika harapan seolah tiada …

Ketika tak ada satupun yang bisa melapangkan sempitnya hati….

Ketika hatimu merintih dan air matamu deras mengalir tak terbendung

Ingatlah ….

Dzat yang memiliki langit dan bumi

Dzat yang telah menciptakan Surga dan Neraka….

Dzat yang mengetahui keadaan setiap hamba melebihi hamba itu sendiri

Dan angkatlah tanganmu….

menangislah jika harus menangis…..

Ya…kita memang manusia lemah…dan bahkan sangat lemah

Angkatlah tanganmu…mintalah pada-Nya

Dzat yang memiliki segalanya

Dzat yang tidak akan pernah menyia-nyiakan hamba-Nya

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Terkadang seseorang ditimpa ujian dan musibah datang bertubi-tubi…silih berganti…hilang yang satu datang lagi yang lain semisalnya…
Terkadang seseorang tidak melihat kegembiraan kecuali sangat jarang sekali.
Sungguh indah perkataan Al-Imam Asy-Syafii rahimahullah tatkala beliau berbicara tentang banyaknya kesedihan dan sedikitnya kegembiraan
مِحَنُ الزَّماَنِ كَ
ثِيْرَةٌ لاَ تَنْقَضِي … وَسُرُوْرُهَا يَأْتِيْكَ كَالأَعْيَادِ
“Ujian zaman banyak dan tidak berhenti menimpa….
Dan kegembiraannya mendatangimu sesekali seperti hari raya yang datang sesekali…”
Bahkan terkadang ujian dan musibah terkadang datang tidak satu persatu akan tetapi datang bergerombol…
Al-Imam Asy-Syafii rahimahullah berkata
تَأْتِي الْمَكَارِهُ حِيْنَ تَأْتِي جُمْلَةً … وَأَرَى السُّرُوْرَ يَجِيْءُ فِي الْفَلَتَاتِ
“Hal-hal yang dibenci tatkala menimpa datang secara bergerombol…
Dan aku memandang kesenangan datangnya sesekali…”
Memang benar, terkadang musibah dan ujian menimpa seseorang secara bergermbol…sampai-sampai terkadang seseorang tidak bisa berfikir dan bersikap yang waras..
Akan tetapi seorang mukmin bagaimanapun kesulitan dan ujian yang dihadapinya maka ia akan tetapi percaya dan yakin dengan rahmat Allah dan bertawakkal kepada Allah. Ia yakin bahwasanya akan ada jalan keluar…akan terurai ikatan-ikatan kesulitan tersebut….bahkan justru keyakinan ini muncul dan nampak dalam kondisi yang amat sangat genting !!!
Al-Imam Asy-Syafii rahimahullah berkata :
وَلَرُبَّ نَازِلَةٍ يَضِيْقُ بِهَا الْفَتَى — ذَرْعاً وَعِنْدَ اللهِ مِنْهَا الْمَخْرَجُ
ضَاقَتْ فَلَمَّا اسْتَحْكَمَتْ حَلَقَاتُهَا — فَرُجَتْ وَكُنْتُ أَظُنُّهَا لاَ تَفْرَجُ
“Betapa sering musibah yang menjadikan sesak dada seorang pemuda… padahal di sisi Allah ada jalan keluarnya…
Menjadi sempit…bahkan tatkala telah semakin kokoh rantai-rantai pengikat… terbukalah…padahal aku telah menyangka bahwasanya tidak akan terbuka ikatan tersebut…”
Seorang muslim janganlah lupa bahwasanya terkadang karunia Allah bisa jadi datang dalam musibah tersebut…bahwasanya أَنَّ وَرَاءَ كُلِّ مِحْنَةٍ مِنْحَةً dibalik setiap ujian ada pemberian dan karunia Allah.
Kita yakin bahwasanya Allah tidak menguji kita untuk mengadzab kita, akan tetapi untuk merahmati kita. Seberat apapun juga suatu ujian maka pasti dibaliknya ada kebaikan yang banyak. Bisa jadi kita tidak akan tahu hikmah dibalik ujian dan musibah tersebut kecuali setelah perginya ujian dan musibah tersebut.
Jika kita tidak bisa meliahat keindahan dan hikmah pada musibah maka hendaknya kita merenungkan kisah yang terjadi antara Nabi Musa ‘alaihis salam bersama Khodir dalam surat Al-Kahfi. Lihatlah bagaimana Musa memandang bahwasanya perbuatan Khodir yang membocorkan perahu, membunuh anak muda, dan menegakkan dinding merupakan murni keburukan, sehingga akhirnya iapun mengingkarnya. Akan tetapi… ternyata dibalik perkara-perkara tersebut ada kebaikan dan hikmah. Ternyata dibocorkannya perahu tersebut merupakan sebab selamatnya perahu agar tidak diambil oleh raja yang dzolim, dibunuhnya anak tersebut ternyata merupakan rahmat dari Allah terhadap kedua orang tuanya, yang ternyata jika sang anak besar maka akan menjerumuskan kedua orang tuanya dalam kekufuran. Dan dengan menegakkan tembok yang menyebabkan ditangguhkannya rejeki kedua anak yatim, ternyata merupakan rahmat dari Allah.
Sebagaimana pepatah :
رُبَّ أَمْرٍ تَتَّقِيْهِ، جَرَّ أَمْرًا تَرْتَجِيْهِ
“Betapa sering perkara yang kau jauhi/tidak sukai, ternyata mendatangkan perkara yang kau harapkan”
Allah berfirman :
فَعَسَى أَن تَكرَهُوا شَيئاً وَيَجعَلَ اللهُ فِيهِ خَيراً كَثِيراً 
“Maka bisa jadi engkau membenci suatu perkara dan Allah menjadikan pada perkara tersebut banyak kebaikan” (QS An-Nisaa : 19)
Seorang penyair berkata :
إِذَا أَرْهَقَتْكَ هُمُوْمُ الْحَيَاِة ….وَمَسَّكَ مِنْهَا عَظِيْمُ الضَّرَرِ..
Jika kesedihan hidup sungguh telah melelahkanmu…
Kau telah ditimpa dengan kemudorotan yang besar
وَذُقْتَ الْأَمْرَيْنِ حَتَّى بَكَيْتَ…وَضَجَّ فُؤَادُكَ حَتَّى انْفَجَرَ..
Dua perkara tersebut telah kau rasakan hingga membuatmu menangis…
Hatimu telah bergeliak hingga meledak
وَسُدَّتْ بِوَجْهِكَ كُلُّ الدُّرُوْبَ…وَأَوْشَكْتَ أَنْ تَسْقُطَ بَيْنَ الْحُفَرِ..
Telah tertutup seluruh jalan dihadapanmu…
Engkau hampir terjungkal diantara lobang-lobang…
فَيَمِّمْ إِلَى اللهِ فِي لَهْفَةٍ…وَبُثَّ الشَّكَاةَ لِرَبِّ الْبَشَرِ
Maka menujulah kepada Allah dalam kesedihan…dan curahkanlah keluhanmu kepada Penguasa manusia”
(Diringkas oleh Firanda Andirja)
_________________________________________
Disadur dari status – nya ustadz Firanda
_______________________________

Mengejar Hati Yang Bahagia


Kegelisahan, kesedihan, sulitnya hati khusyu’,

Galau, sesaknya dada… Semua itu bisa hilang dengan berbuat baik pada orang lain.

Seseorang pernah mengeluh kepada Nabi tentang kerasnya hatinya,,,,,maka Nabi berkata ((Usaplah kepala anak yatim dan berilah makan kepada si miskin)).

Hati yang prihatin terhadap orang lain maka akan diperhatikan oleh Allah dan dilapangkan.
Hati yang turut merasakan kesulitan saudaranya, akan luluh dari kesombongan dan kenikmatan dunia yang menipu..

Janganlah pernah meremahkan sikap berbuat baik kpd orang lain…bahkan sebuah senyuman kepada saudaramu
semoga merupakan sebab membahagiakan hatimu.
Orang yang prihatin terhadap orang lain sesungguhnya telah prihatin terhadap hatinya sendiri…                                     orang yang berbuat baik pada orang lain sesungguhnya dialah yang lebih dahulu meraih kebaikan itu sendiri.
Nabi bersabda : ((Sebaik-baik kalian adalah yang paling bermanfaat bagi manusia)),…((Amalan yg paling dicintai oleh Allah adalah rasa senang yangg kau masukan ke hati seorang muslim))
Kunjungilah orang sakit…bantulah faqir miskin… Senangkanlah hati anak yatim…
Ibnu Taimiyyah berkata : Barangsiapa yg ingin sampai derajat al-abroor (sholihin) maka hendaknya setiap hari ia berniat untuk memberi kemanfaatan kepada manusia” (Al-Iman Al-Awshoth)
♥♥♥♥♥♥♥♥
Diambil dari statusnya ustadz Firanda
♥♥♥♥♥♥♥♥