This is (NOT) The Last Sunrise


There are moments when I wish I could roll back the clock and take all the sadness away, but I have the feeling that if I did, the joy would be gone as well.

By : Nicholas Sparks

IMG_20171222_133018.jpg

IMG_20171222_132829

IMG_20171222_133109

IMG_20171222_133231

IMG_20171222_132913

The Photos were taken just a few days ago during family vacation… After such long “hard time” in 2017 and finally I can enjoy those beautiful moments with my parents and my family.

This is not the last sun rise in 2017

Ketika engkau dikaruniai waktu ….


Sejatinya liburan 2 keluarga yang senantiasa diidam-idamkan setelah sekian lama akhirnya membuahkan hasil…di tengah sempitnya waktu…yang bahkan melihat tawa riang si kecil bermain bersama saudaranya di tengah sejuknya udara pagi menjadi kian langka….

 

akhirnya hari itu….

Terbangun pukul 04:00 sebelum shubuh …. dengan segala jurus nya akhirnya bisa siap dan berangkat jam 05:30…melawan dinginnya air kamar mandi …. merayap pasti menuju Kebun Teh Walini – Gunung Mas Puncak Bogor

Berbekal celana training, kaos oblong, sepatu olahraga….akhirnya disinilah kami terdampar….

P_20170325_085024-01P_20170325_091127-01P_20170325_092120-01P_20170325_092223-01

P_20170325_122019-01

Mendung pun turun…..sajian makan siang di Nicole’s Kitchen menutup serangkaian keletihan dan kepenatan hari itu….

**********************

Depok –  Sehari setelah hari itu

Sebuah Taman Bernama Taman Bunga Nusantara


Malam yang sibuk ditutup dengan rampungnya bumbu nasi kuning….terbayang nasi kuning, perkedel dan berbagai macam lauk yang mengepul-ngepul di tengah hamparan daun teh. Ternyata malam yang sibuk itu pun menggeret penghuni rumah yang terbangun kesiangan. Begitu langit mulai tampak kontras dengan atap-atap, membiru cerah… “Astaghfirullah…shubuh udah nyaris lewat…”  lantas kami berlarian tunggang langgang.

Setelah situasi mulai nampak terkendali…dan semua siap….ternyata tutup tangki power steering mobil terjatuh ke bagian bawah dek mesin …“what a time….” di tengah suasana yang hectic akhirnya aku tiduran terlentang di atas aspal mencari dimana tutup itu terjatuh…walhamdulillah tidak membutuhkan waktu lami, aku duduk di ruang kemudi dan semua anggota keluarga di dalam mobil duduk dengan manis….bak pilot pesawat kami menanyakan kesiapan para penumpang…

“seat belt ?…”check!!

“kamera ? ….”check!!

“HP & kunci rumah ? … “check!!

“nasi kuning dan lauk-pauknya? … “check

Istri menimpali … “Jam Tangan ga lupa?!! … aku jawab “sudah” Sudah melingkar di pergelangan tangan … 

Jalan berkelok naik turun…kebun teh membentang di sebelah kanan-kiri sepanjang perjalanan….aku buka jendela mobil kanan dan kiri beserta sunroof…walhasil angin sejuk pagi hari mengalir deras ke sudut-sudut kabin….dan tak satupun ruangan dalam kabin mobil yang tak merasakan sejuk dan segarnya udara pegunungan kawasan puncak pagi hari.

Tak lama kemudian perut keroncongan …. terbayanglah bekal nasi kuning buatan istri, wangi dan aromanya seolah bocor keluar thermos nasi di bagasi belakang menuju ruang kemudi,,,,yap…kubanting setir ke kanan, kami memasuki kawasan gunung mas untuk sarapan….karena istri sedang hamil 8 bulan (kala itu), aku mengesampingkan keinginan untuk menyusuri jalanan mendaki diantara kebun teh…udara sejuk meyapa, panorama gunung di kejauhan nampak begitu indahnya, dan dalam sesaat mobil disulap menjadi mobil karavan wisata, dengan berbagai macam bekal makanan tersaji di dalam mobil….kami makan dengan lahapnya…(karena memang belum sarapan). Agrowisata Gunung Mas ini dikelola oleh PTPN VIII Gunung Mas yang merupakan peninggalan kolonial Belanda…seperti biasa…aku suka banget yang berbau-bau peninggalan penjajah….

Tak lupa kami melihat proses pengepakan teh Walini…dan membeli satu-dua kotak teh….penasaran akan rasa teh yang satu ini..!!!

Namun ini bukan akhir cerita … perjalanan nan rumit berikutnya membawa kami ke agenda utama perjalanan kali ini….yaitu.. TAMAN BUNGA NUSANTARA…setelah bertahun-tahun penasaran (sebenernya ga sampai tahunan siih..heheh) akhirnya setelah melewati jalan yang sangat tidak meyakinkan bahwa itu satu-satunya jalan ke lokasi, kami tiba dengan selamat….setelah memasuki lokasi….waaah alhamdulillah…mata ini sedikit terobati oleh indahnya bentangan bunga sekaligus warna-warninya…walaupun aku lelaki namun indahnya bunga dan berbbagai ragam warnanya tak pelak membuat tanganku tak kuasa mengabadikannya….sila dinikmati pemandangannya

Lampu di salah satu sudut di tepian jalan Taman Bunga Nusantara

Lampu di salah satu sudut di tepian jalan Taman Bunga Nusantara

Menikmati bagaimana angsa hitam berenang kesana kemari...jadi pingin ikut nyelam...eehh

Menikmati bagaimana angsa hitam berenang kesana kemari…jadi pingin ikut nyelam…eehh

Berbaris....

Berbaris….

Di salah satu sudut taman Amerika....membayangkan halaman rumah menyajikan nuansa romantisme seperti ini

Di salah satu sudut taman Amerika….membayangkan halaman rumah menyajikan nuansa romantisme seperti ini

It's OK to be unique

It’s OK to be unique

Twin Roses

Twin Roses

Di salah satu area di Taman Bunga Nusantara

Di salah satu area di Taman Bunga Nusantara

Air mancur yang menari ...

Air mancur yang menari …

Lokasi favorit kami sekeluarga

Lokasi favorit kami sekeluarga

Di tengah terik matahari yang cukup panas...berteduh di depan air mancur merupakan ide yang patut dicoba

Di tengah terik matahari yang cukup panas…berteduh di depan air mancur merupakan ide yang patut dicoba

Di salah satu sudut sebelum memasuki taman utama

Di salah satu sudut sebelum memasuki taman utama

Di tepian jalan di taman Meksiko

Di tepian jalan di taman Meksiko

Masih di tepian jalan di Taman Meksiko

Masih di tepian jalan di Taman Meksiko

....again...

….again…

Di taman Amerika

Di taman Amerika

Bunga Matahari di Taman Amerika

Bunga Matahari di Taman Amerika

Saat memasuki taman bunga ini…kita akan disuguhi oleh merak raksasa yang terbuat dari bunga…dengan berbagai macam bunga yang menjadi hiasannya. Tidak jauh dari merak raksasa ada jam raksasa yang cukup besar yang bisa dilihat dari pintu masuk…sayang karena keterbatasan yang ada tidak semua spot menarik bisa aku sajikan.

Setelah melewati suguhan awal yang menggoda, lantas kita disuguhi koleksi taman bunga yang bersifat tematik, ada taman Meksiko, taman Perancis, taman Belanda, dan beberapa taman dari mancanegara.

Dengan tiket masuk yang ramah di kantong (kalau tidak salah Rp.25,000 untuk kendaraan mobil), perjalanan tak lebih dari 2 jam dari rumah kediaman kami, rasanya ini adalah tempat hiburan yang layak untuk dipertimbangkan, terutama yang telah memiliki keluarga dan anak kecil yang suka berlarian. Karena tempat ini dilengkapi area permainan untuk anak-anak, selain lapangan bola nan hijau, serta mainan miniatur untuk anak-anak seperti Go Kart, Train dsb

Taman bunga ini didirikan tahun 1995 dengan Ibu Tien Soeharto yang menjadi pelopornya. Taman Bunga Nusantara ini selain untuk rekreasi juga dijadikan tempat uji coba tanaman-tanaman baru yang nanti nya mungkin bisa dibiakkan secara lokal di daerah ini. Namun ada satu hal yang menjadi sorotan adalah akses ke lokasi Taman Bunga Nusantara, ketika melewati jalan-jalan di daerah Cipanas hampir disepanang jalan kita akan dimanjakan oleh berbagai macam penjual tanaman berbunga maupun non bunga. Jalan nya cukup sempit dilalui dan sedikit rusak karena sepertinya tidak dirancang sedemikian rupa untuk dilewati oleh kendaraan besar, sehingga penuh lubang di sana-sini. Sebaiknya para pengendara harus lebih berhati-hati untuk menuju ke sini, karena bahkan Bus pariwisata pun ternyata menempuh alur yang sama.

Akhirnya ketika hari beranjak siang, kami duduk di salah satu tenda makan di dalam lokasi, karena udara kala itu cukup terik, minuman teh dingin sedikit menghilangkan rasa haus setelah berkeliling ria menikmati indahnya taman bunga. Hingga akhirnya kami harus beranjak pulang kembali ke rumah. Sungguh pengalaman yang bagus buat si kecil yang bisa berwisata sambil belajar mengenal bunga.

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Selamat Berlibur…

Pagi hari yang cerah menikmati hangatnya matahari di tengah cuti karena sakit

sehari sebelum libur panjang

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Travel Theme : Pathway


Here are my pathways collection for weekly Travel Theme

All pictures are dedicated for my Family in Situbondo

Small Village - Sitoebondo

Small Village – Sitoebondo

Maospati Village

Maospati Village

Pasir Putih

Pasir Putih

Small Village - Situbondo

Small Village – Situbondo

Buitenzorg

Buitenzorg

Buitenzorg - The Palace

Buitenzorg – The Palace

Flower Garden - Puncak

Flower Garden – Puncak

Gangway - Soerabaija

Gangway – Soerabaija

Small village in Situbondo

Small village in Situbondo

Pasir Putih

Pasir Putih

Small Village - Situbondo

Small Village – Situbondo

Visit here for other interesting pathway images

**–**

The block of granite which was an obstacle in the pathway of the weak,

became a stepping-stone in the pathway of the strong.

by – Thomas Carlyle

__**__

A Place called home


“When you live on the road,going home is a place to escape and just be with your family to unwind” 

– Jonathan Davis –

Alone Little Girl

Foto di atas diambil kala sore hari di sebuah desa,,,, desa dimana aku dilahirkan, sebuah tempat yang selalu merebahkan asa yang selalu merajut kata “aku ingin pulang” 

Ketika aku beserta istri menyusuri jalanan desa nan sunyi pada sore hari, aku berhenti sejenak di sebuah persimpangan rel kereta api tua bekas lokomotif  uap penarik kereta tebu yang membelah kebun tebu hingga ke pelosok-pelosok desa. Cuaca sore itu cukup tenang dan sejuk setelah pagi hingga siangnya desa diguyur hujan.

Sesekali angin sore berhembus di atas kepala dengan ringannya, sementara rona jingga masih belum tampak tua. Sementara istri memilih untuk tetap mengamatiku dari kejauhan di tepi sungai tak berair, aku berjalan menyusuri rel kereta api secepat aku menghitung bantalan rel kereta api yang mulai lapuk dan berkarat. Di sebelah barat ditempat aku berdiri sebuah keluarga sedang sibuk menggembala hewan ternaknya yang tak seberapa, sebuah keluarga yang hanya terdiri dari seorang ibu dan seorang perempuan kecil yang bermaksud membantu ibunya menggembala kambing. Dengan riangnya perempuan kecil itu memain-mainkan rumput dan ilalang di sekelilingnya.

Sungguh hening sore itu, di tengah sepi nan sendu nya sore suara keceriaan sebuah keluarga dengan hewan ternaknya bagaikan sebuah noktah merah di atas kertas polos putih tak berwarna, membawa anganku tuk sekedar merajut memori masa kecilku di desa ini. Keceriaan gadis kecil itu berlanjut ketia ia melompat menapaki satu demi satu bantalan rel kereta api dengan cerianya meninggalkan sendiri ibunya yang sedang sibuk dengan gembala kambingnya.

Seorang gadis dari keluarga kecil nan sederhana, jauh dari hiruk pikuk kehidupan gemerlap kota dan janji kemilau nya,,,membawa lamunanku menjauh seiring gadis itu menjauh berjalan menuju ujung rel,, sesekali berhenti dan sesekali ia berjalan kembali sambil memanggil ibu nya. Hatiku tertawa geli dan ingin berteriak ….”bawalah aku ke masa kecilku dulu …. aku ingin pulang” … pemandangan sore itu sungguh membuat aku seolah melihat kembali masa kecilku dulu di desa ini……ketika kala itu akupun berbuat hal yang sama, menemani ibu ku ke sawah, menggembala kambing … masa kecil dengan segenap keceriaannya, tak mengenal ada rasa khawatir akan masa depan, tak pernah merisaukan masa lalu, yang ada hanya saat ini….itulah “anak-anak”

Gadis kecil itu berhenti tak jauh dari tanda persimpangan rel berbentuk lingkaran berwarna merah….iapun berbalik arah dan tiba tiba kaget akan keberadaanku yang sedari tadi asyik memotretnya…..(hihihihi….aku tertawa dalam hati)…ia tetap menatapku tanpa menghiraukan aksiku yang memotretnya langsung….keinginan hati ingin menyapa…namun ia lari kembali ke balik semak-semak untuk bertemu dengan ibunya. Sungguh 5 menit yang berharga di sore hari…..

Kuharap ia bisa menceritakan bahwa pria yang berdiri di sana sedang mengimpikan masa kecilnya, mengimpikan  sebuah tempat yang sebentar lagi mungkin ia akan meninggalkannya, sebuah tempat…dimana sejauh apapun kaki melangkah, setinggi apapun cita-cita, segemerlap apapun tempat perantauan…namun ia akan rindu kampung halamannya…sebuah tempat dimana ia selalu merindukannya ….tempat kelahirannya….kampung halamannya….sebuah tempat….a place called home

♠♠♠♠♠♠♠♠♠♠♠♠

I walk
I wade
Through full lands
And lonely
I stumble
I stumble
With you
I wait
To be born
Again
With love comes the day
Just hold on to me

Now is the time to follow through, to read the signs
Now the message is sent, let’s bring it to it’s final end

One-day-I-know-there’ll-be-a-place-for-us.

A place called home

♠♠♠♠♠♠♠♠♠♠♠♠

-Surabaya –

Kota perjuangan