Our 1st Time Candle Light Dinner


Sebenernya tulisan ini lebih pas di blog istri Marisa’s Kitchen, karena semua hal yang berbau makanan parkir di situ…namun tak apalah, sementara sang istri tercinta sedang berhalangan menulis…maka aku aja yang memulai kisah wisata kuliner selama peregi ke Bandung…yang bisa dibilang “wisata yang tak direncanakan”

Jarum jam mendekati waktu maghrib, Bandung mulai gelap dan kendaraan makin padat, sementara tanganku sibuk mencari tempat peristirahatan melalui android tuk sekedar mengisi perut yang kosong serta “mencari suasana” segar sementara istriku mulai komplain karena alamat mencari cafe penjual es kering tak kunjung didapat. Jalanan di sekitaran Dago-Bandung pun padat merayap tak karuan. Akhirnya aku nyeletuk “ya udah dik…kita ke atas..ke Dago Pakar, ke tempat yang namanya The Valley”. Dengan setengah ikhlash istriku meng-IYAkan. Setelah salah jalan dua kali, akhirnya lokasi the Valley dapat diidentifikasi dengan bertanya pada Aa (bukan Aa gym) yang mangkal di pinggiran jalan. Perjalanan nyasar sedikit terobati dengan pemandangan matahari yang mulai terbenam di ufuk barat, serta aroma sore hari di puncak bandung yang dingin semilir.

Akhirnya Istriku memiliki ide untuk membuka saja jendela mobil. Sembari menarik nafas panjang karena medan yang cukup sulit kami berangkat ke tempat yang bernama “The Valley”

suasana senja – melihat indahnya Bandung dari atas

Letihnya perjalanan…akhirnya terbayar sudah, ketika mobil dengan tenangnya terparkir dan setelah melewati akses yang cukup sulit untuk menjamah tempat ini. Pintu mobil dibuka … dan hawa sejuuuk nan tenang dengan gemerlap lampu yang mulai dinyalakan, lampu kota bandung mulai terlihat menyala satu-satu dari kejauhan. Kami berjalan menyusuri jalan yang “tak biasa”…sementara si Aa tukang parkir (sekali lagi bukan Aa Gym… apa sih…!!) berkata kepada kami bahwa rombongan pak Presiden SBY dan keluarga tengah berada di Cafe itu….ah aku tak salah pilih tempat nih ternyata… Kami pun disambut hangat…suasana cafe tidak terlalu padat dan tidak terlalu sepi…sedang lah. Dan tampak disana-sini pria tegap berpakaisan safari dengan earphone mondar-mandir…membuat suasana candle light dinner kami serasa di gedung putih saja…hmmm…

Halaman depan The Valley – sumber : http://www.1001malam.com

Keluarga VVIP RI-1 tampak dari kejauhan di balkon

Memang sudah lama aku impikan bisa candle light bareng Istri…namun baru kesampaian menjelang anak kami menjadi dua…jadinya candle light nya bareng si Jagoan cilik dan si kecil yang terlindung hangat dalam perut istriku…hehehhe, wah pasti deh acara “suap menyuap” si jagoan cilik pasti bikin candle light dinner heboh…mudah2an kali ini lilin nya tidak dijadikan ajang uji coba oleh si kecil Albanie.

Si Kecil Albanie … ritual umum yang dilakukan adalah “berlari”

Kami berencana ambil tempat duduk di balkon, apa daya udah keduluan, akhirnya kami ambil tempat duduk “mendekati balkon” dimana pemandangan Bandung dari atas masih cukup terlihat dari sini. Suasana di dalam cafe tampak remang-remang dengan nyala lilin dalam gelas yang sungguh menambah aroma romantisme makan malam yang mewah …(kata-kata yang cukup berlebihan neh sepertinya…hueheuheu). Mudah-mudahan ini menjadi hadiah tak terlupakan keluarga, mengingat baru saja istri berjibaku untuk melayani pesanan kue lebaran yang baru saja selesai H-1 di tengah mengalami “krisis” tri-semester pertama kehamilan.

Lilin kecil … hanya satu yang menyala di meja kami malam itu….

Lilin terpajang rapi di tangga…membuat syahdu suasana… ehem…ehem

Aku pun sibuk dengan kamera, sang istri sibuk mencari toilet sementara si kecil sibuk mengamati lilin mungil dan eksplorasi mainan barunya, dan tak lupa naik turun tangga….inilah ritual umum kalau kami acara makan di luar…hadeeuh. Sejenak kumemandangi horizon…waktu maghrib belumlah tiba, apa boleh buat…aku melamun sejenak menikmati sejuknya udara Bandung malam itu…hmmmpfffff mudah2an terbayar lunas rasa lelah perjalanan sedari pagi tadi.

Kembali ke meja, daftar menu sudah siap….dan halaman pertama disambut dengan menu western berupa steak seharga 500 ribu…!!!!!. Sementara si pelayan berdandan rapi bak seragam paspanpres berdiri tegap disampingku menunggu pesanan yang kami pilih dan juga dengan memakai earphone di telinga kiri (dalam hati aku berpikir…ini emang karena lagi ada SBY atau emang standard pelayan disini seperti ini yah…atau ada paspanpress yang pura-pura jadi pelayan). Akhirnya keheningan pecah ketika aku mulai membuka dialog…

Aku : bertanya pada istriku…”mmm…pesan apa dik??” 

Istri  : Tanpa mempedulikan aku dia langsung bertanya pada si pelayan “yang favorite di sini apa mas??”

Pelayan : Tak bisa menjawab pertanyaan dan hanya diam sambil kebingungan…???^&*%%$#

Aku : Wah ini sepertinya paspanpres yang nyamar, masa ditanya makanan favorite kaga tau… :)) … okey aku yang harus mulai “saya pesan chicken katsu dan minuman hangat-nya …wedang ronde”  pintaku  dengan tegas lugas dan terpercaya .. (haiyah)…”dan emmmm….”cream brule” cetusku dengan ngawur…lantas aku menimpali “mas cream brulee ini pake Rhum ga?

Pelayan : Ngga mas…hanya caramel

Istri  : mulai beranjak bicara setelah sekian lama diam….“saya pesan sop buntut dan 2 soto ayam dan minumnya es kopyor”

Aku : Alhamdulillah……gumamku dalam hati (karena hanya dua menu itu tadi yang menempati klasemen daftar menu termurah di The Valley)…hehehehe $$$$$ ^___^

Sembari menunggu makanan tiba, tak pelak kami sibuk dengan pemandangan Paris Van Java dan udara bandung yang mulai beranjak malam yang sejuuuuk……dan tak lupa sholat maghrib dahulu sebelum santap malam.

Karena hari itu musim liburan pasca lebaran, suasana cukup ramai, namun yang aku cukup salut, semua terlayani dengan baik dan tidak perlu menunggu lama untuk memperoleh hidangan yang telah dipesan

beginilah suasana malam kota Bandung terlihat dari balkon “The Valley”

Akhirnya setelah sholat maghrib…makananpun datang satu persatu, Alhamdulillah … akhirnya niatku Allah kabulkan untuk mengajak keluarga liburan terutama niat mengajak makan malam ala candle light dinner tercapai sudah. Harga, menu makanan, rasa, pelayanan dan pemandangan, memang The Valley bisa dibilang cukup worthed untuk dijadikan tempat makan sekali-sekali saja …hihihi karena harga disini cukup tidak ramah di kantong kalau harus keseringan … ^_^

Selepas makan malam, kami menikmati malam di area playground, sementara Albanie asik bermain, kami memandang beberapa pelayan sibuk membereskan meja tamu VVIP mereka yang telah selesai santap malam

Suasana di sekitar balkon pasca sang tamu VVIP telah berlalu

Pengalaman unik terjadi ketika si Kecil Albanie bermain perosotan, tanpa ragi dia berlari menuju arah dimana sang cucu presiden Aira bermain perosotan dengan dikawal 4 paspanpres…awalnya agak kikuk, karena kami tidak tahu protokol baku bagi keluarga presiden yang sedang bermain di tempat umum. Namun, anak kecil, dengan keluguannya, keluwesannya dan kepolosannya memiliki dimensi tersendiri dimana mereka merasa sama, tak mengenal jabatan, pangkat, kekuasaan, yang ada hanya keceriaan…sungguh hal yang menakjubkan, itulah mengapa mereka belum terkena beban dosa ^_^. Si Albanie kecil tanpa malu-malu naik ke atas perosotan dan bermain bersama sang cucu presiden, sementara 4 pengawal mengelilinginya…Aku agak risih berada di dekat paspanpres….sementara aku harus tetap menjaga si kecil Albanie…takutnya berbuat sesuatu yang bisa melanggar protokol paspanpres misalnya : main pesawat2-an sama Albanie lalu rebutan mainan dan lantas diajak lari-lari keliling restoran…heheheh (maaf pak saya bukan teroris…saya bapak anak laki-laki itu….:)

Albanie kecil sesaat setelah mengajak bermain sang cucu presiden

Ibu presiden sebelum meninggalkan The Valley, tertangkap kamera sang Istri

Akhirnya malam mulai larut, kami pun kembali ke mobil, terbayang perjalanan jauh menanti, lampu kabut kunyalakan dan kami beranjak pulang menuruni bukit menuju tempat kami seharusnya tinggal. Sang Istri tak henti-hentinya bercerita tentang pengalamannya berjabat tangan dengan Ibu presiden, yang membuatnya tak bisa tidur hingga pukul 03.00 pagi..!!!!!

•••••• END ••••••

Ditulis menjelang pukul 00.00

bulan syawal

Depok

temat kami berbagi cerita

Melukis Hujan


Bismillahirrahmanirrahim

 

Hari Sabtu,  28 Januari 2012, atau tepatnya tanggal 3 Rabi’ul awwal 1433 Hijriyah. Pagi hari, seperti halnya suatu pagi hari di musim hujan, suhu udara tidak terlalu dingin dan tidak pula terlalu panas, sejuk nan menyenangkan. Tiba-tiba bel berbunyi….alhamdulillah kiriman paket buku telah datang…sebuah buku Biografi tentang ulama-ulama terdahulu setebal 800 – an halaman, tidak kurang. Sang Kurir buku itu tepat mengantarkannya sebelum hujan di pagi hari datang…lebat sekali sehingga membuat suasana rumah sedikit lembab dan gelap.

Sedikit cahaya nampak dari kamar depan, sehingga aku bisa melihat halaman rumah di kala hujan….sejuk, sendu…..ditambah aroma hujan dan segarnya udara pagi yang menggiurkan.

Jendela … penghubung ke dunia luar 🙂

Melongok ke luar…melihatmu hujan jatuh ke bumi

Percakapan ringan dimulai di ruang makan, sedikit mengenai buku yang telah aku beli, sembari istriku sibuk menyiapkan donat untuk makanan kami menyambut hujan…Masyaallah suasana yan hangat untuk kami nikmati sebagai keluarga kecil. Sembari mendengarkan rintik hujan yang semakin deras….ingin rasanya kulukiskan hujan … atau sekedar menagkapnya untuk kami buka lagi di suatu saat.

Tahukah kamu…bahwa hujan membawa kesenduan…dan memberikan ketenangan paling tidak untukku…namun kesudahannya memberikan kenyamanan karena bulir-bulir hujan menyajikan kesejukan untuk dinikmati….dan merenungi nikmat Allah Azza Wa Jalla.

Dan Allah menurunkan dari langit air (“hujan”) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran). (An Nahl ayat 65)

 

Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-jalan, dan menurunkan dari langit air “hujan”. Maka Kami tumbuhkan dengan air “hujan” itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam (Thahaa ayat 53)

Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (“hujan”) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan “hujan” itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu, karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. (QS Al Baqarah : 22)

Dan Dialah yangmenurunkan air hujandari langit lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman. (QS. Al An’am ayat 99)

Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (“hujan”); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan “hujan” di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab angin itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. (QS. Al A’raaf ayat 57)

♣♣♣

♣♣♣

♣♣♣

♣♣♣

♣♣♣

♣♣♣

♣♣♣

♣♣♣

Memandangi alam setelah hujan turun adalah kenikmatan tersendiri, karena dengan hujan merekahlah bunga, dan embun-embun seolah berpendar tersapu cahaya matahari yang seadanya dan turunlah rezeki dari langit…..

Di Keheningan pagi…..hanya sebuah buku yang menemani…sebuah buku yang seharusnya aku larut dalam sebuah cerita…

Cerita terbaik dari manusia terbaik yang pernah hidup di dunia…

Aku bersyukur bahwa Allah Azza wa Jalla memberikan aku kesempatan untuk menghirup lagi udara pagi hari ini

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Gema Pesona

Pagi yang sama

Dan Hujan turun lagi pagi ini

Dengan secangkir teh

sejenak kulupakan hiruk pikuknya dunia

Kunikmati tetesan dan sejuknya air hujan

hari ini

Minggu, 4 Rabi’ul Awwal 1433 H

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥