When Morning Has Come – Part 2


Posting kali ini lanjutan sequel dari postingan sebelumnya when morning has come 🙂 . Di jumat pagi hari ini, setelah puas dengan sepiring nasi uduk, dan memangku si kecil di hadapan laptop – kembali lagi mengenang sentimen indahnya pagi hari dan segala aktivitasnya yang mampu direkam oleh kamera.

Topik kali ini ini adalah suasana pagi hari di sebuah desa bernama desa “Patokan”. Seperti biasanya, hobby jalan pagi sembari melihat kehidupan yang mulai menggeliat bisa kuabadikan dalam sebuah rangkaian foto sederhana.

******

Pagi menampakkan keindahannya

Hamparan sawah dan meliuknya sungai yang berselimut kabut

Birunya langit menaungi burung-burung pengelana

Ketika permadani hijau dihamparkan — disitu kami menggeliat menyongsong rizki-Mu

Secercah sinar menembus sisi-sisi dedaunan terjatuh ke tanah

Itulah pagi yang tampak apa adanya

Biarlah aku menikmatinya

*******

 

Situbondo morning scene

Ketika perut ini belum terisi sepenuhnya, aku berinisiatif mengintari sawah ladang di dekat rumah. Matahari belumlah meninggi, 2 orang bapak-bapak “sontoloyo”, (maaf bukan bermaksud berkata kasar, tapi memanglah sebutan untuk penggiring atau penggembala bebek adalah “sontoloyo” 😀 ) memulai aktivitasnya di pagi yang cerah dengan menggiring ratusan bebeknya menyusuri kali, pemandangan yang sungguh jarang terjadi akhir-akhir ini.

morning walk 2

 

Tak jauh dari “Sontoloyo” seorang penggembala kambing tak mau kalah semangatnya. Menyusuri pinggiran kali, sang penggembala kambing optimis akan rezeki hari itu. 🙂

The tractor

Tidak seperti dahulu, ketika tenaga sapi digunakan untuk membajak sawah. Sang petani ini lebih nyaman dengan traktor nya. Rezeki burung bangai pun tidak Allah hiraukan kala itu, ketika mereka bisa mengais dibalik tanah yang telah dibajak. Sepertinya sang pembajak sawah lupa memakai kaca mata hitam nya 😀

Boat

Semakin ke arah utara, sampailah aku ke tepian perkampungan nelayan pantai pathek. Berhenti sejenak termenung akan hamparan lautan luas di depan mata. Sisa reruntuhan bangunan di ujung muara sungai sedikit menggelitik di benak, bekas bangunan apakah itu di ujung muara sungai ?!! Pagi masihlah sejuk, dan ombak pun tenang setenang suasana perkampungan nelayan di sekitarnya.

Fisherman

Seorang nelayan sedang mengumpulkan umpan ikan sebelum pergi menangkap ikan ke lautan luas. Tampak otot nya yang seolah tak pernah lelah mencari rezeki ….

Fisherman-2

 

Memancing tak lengkap jika tanpa umpan. Awalnya aku kira nelayan yang aku temui tadi akan menjaring ikan di tepian pantai. Melihat hasil yang didapat kemungkinan sang nelayan mengumpulkan kail untuk memancing ikan yang lebih besar di tengah lautan.

Me & Raihanah

Berjalan melewati perbukitan bersama sang istri, napak tilas jalanan yang sering aku lewati semenjak kecil. Namun kali ini lebih baik, karena si kecil Raihanah pun ikut bersama menikmati pagi yang indah di kota kelahiran ayahnya. 🙂

 

 

When Morning Has Come


Itu kenapa aku juga sangat mencintai pagi hari sebagaimana aku mencintai senja hari.

 Aromanya, serta ketenangannya, begitu pula cara dia menyapa

 Ketika kaki ini basah tersapu embun…..ketika sinar matahari mengusik lantai yang dingin

 Ketika keindahannya tak bisa terungkapkan kata…

 Biarlah wajah pagi apa adanya terlukis ….

 Seperti aku mendapatinya kala itu, dan aku berharap aku mendapatinya esok….

 Seperti aku mendapatinya kemarin

 dan aku berharap mendapatinya lagi esok….

 Agar kubisa melukiskan dan mengingat ingat selalu ….

 Kapan embun terakhir yang aku rasakan …..

 Kapan sejuknya udara yang masih bisa kuhirup dalam

 Kapan pagi masih terasa pagi dalam kesederhanaannya

 Dan kulukis pagi seperti ini……

Foto di atas diambil tak jauh dari rumah di pagi hari, ketika semua orang mulai menggeliat menyambut datangnya pagi….bersyukur masih bisa melihat danau di tengah hiruk pikuk Jakarta

Foto langit di atas diambil di atas rumah di kampung halaman, Situbondo di pagi hari sekitar pukul 5.30, tampak burung bangau terbang membentuk formasi “V” ke arah barat dimana pantai terbentang di arah itu. Sungguh pagi yang menyenangkan

Belalang hijau, foto ini kuambil di pagi hari di pinggiran hutan UI….pemandangan yang sungguh jarang mengingat lahan kosong semakin langka di ibu kota

Embun yang masih tersisa di ujung rerumputan….kadang kita mengabaikannya, ketika aku masih kecil, aku suka sekali bertelanjang kaki berjalan di atasnya….sejuk & segar rasanya, sungguhh memori yang luar biasa…bisakah hal itu terulang??paling tidak anak2ku kelak masih bisa merasakan sejuknya embun di kakinya

Dan kucing pun punya caranya tersendiri untuk menikmati pagi. Foto si kucing ini aku ambil di Mushalla Al-Amin, depan rumahku di Situbondo….wah si kucing masih kurang tidurnya karena semalaman orang-orang pada ribut nonton bola…hehehehe

Bunga kamboja ini terjatuh di trotoar, beberapa berguguran di sekitar pohon itu setelah hujan semalaman…..foto bunga  ini aku ambil ketika aku dan si kecil Albanie jalan-jalan pagi di sekitar kompleks rumah Gema Pesona Estate

Tak sengaja kutemukan sebuah danau yang besar yang ditumbuhi banyak sekali bunga teratai ketika aku, istri & si kecil sedang menyusuri perkampungan di belakang kompleks perumahan….indahnya sehingga kami menghabiskan waktu yang cukup lama untuk mengambil gambarnya & mengaguminya

♥♥♥♥♥♥♥

Gema Pesona Estate

Bulan Sya’ban

Tak sabar menunggu ….

“Pagi”

Lagi

♥♥♥♥♥♥♥

ditulis di malam hari