A Place called home


“When you live on the road,going home is a place to escape and just be with your family to unwind” 

– Jonathan Davis –

Alone Little Girl

Foto di atas diambil kala sore hari di sebuah desa,,,, desa dimana aku dilahirkan, sebuah tempat yang selalu merebahkan asa yang selalu merajut kata “aku ingin pulang” 

Ketika aku beserta istri menyusuri jalanan desa nan sunyi pada sore hari, aku berhenti sejenak di sebuah persimpangan rel kereta api tua bekas lokomotif  uap penarik kereta tebu yang membelah kebun tebu hingga ke pelosok-pelosok desa. Cuaca sore itu cukup tenang dan sejuk setelah pagi hingga siangnya desa diguyur hujan.

Sesekali angin sore berhembus di atas kepala dengan ringannya, sementara rona jingga masih belum tampak tua. Sementara istri memilih untuk tetap mengamatiku dari kejauhan di tepi sungai tak berair, aku berjalan menyusuri rel kereta api secepat aku menghitung bantalan rel kereta api yang mulai lapuk dan berkarat. Di sebelah barat ditempat aku berdiri sebuah keluarga sedang sibuk menggembala hewan ternaknya yang tak seberapa, sebuah keluarga yang hanya terdiri dari seorang ibu dan seorang perempuan kecil yang bermaksud membantu ibunya menggembala kambing. Dengan riangnya perempuan kecil itu memain-mainkan rumput dan ilalang di sekelilingnya.

Sungguh hening sore itu, di tengah sepi nan sendu nya sore suara keceriaan sebuah keluarga dengan hewan ternaknya bagaikan sebuah noktah merah di atas kertas polos putih tak berwarna, membawa anganku tuk sekedar merajut memori masa kecilku di desa ini. Keceriaan gadis kecil itu berlanjut ketia ia melompat menapaki satu demi satu bantalan rel kereta api dengan cerianya meninggalkan sendiri ibunya yang sedang sibuk dengan gembala kambingnya.

Seorang gadis dari keluarga kecil nan sederhana, jauh dari hiruk pikuk kehidupan gemerlap kota dan janji kemilau nya,,,membawa lamunanku menjauh seiring gadis itu menjauh berjalan menuju ujung rel,, sesekali berhenti dan sesekali ia berjalan kembali sambil memanggil ibu nya. Hatiku tertawa geli dan ingin berteriak ….”bawalah aku ke masa kecilku dulu …. aku ingin pulang” … pemandangan sore itu sungguh membuat aku seolah melihat kembali masa kecilku dulu di desa ini……ketika kala itu akupun berbuat hal yang sama, menemani ibu ku ke sawah, menggembala kambing … masa kecil dengan segenap keceriaannya, tak mengenal ada rasa khawatir akan masa depan, tak pernah merisaukan masa lalu, yang ada hanya saat ini….itulah “anak-anak”

Gadis kecil itu berhenti tak jauh dari tanda persimpangan rel berbentuk lingkaran berwarna merah….iapun berbalik arah dan tiba tiba kaget akan keberadaanku yang sedari tadi asyik memotretnya…..(hihihihi….aku tertawa dalam hati)…ia tetap menatapku tanpa menghiraukan aksiku yang memotretnya langsung….keinginan hati ingin menyapa…namun ia lari kembali ke balik semak-semak untuk bertemu dengan ibunya. Sungguh 5 menit yang berharga di sore hari…..

Kuharap ia bisa menceritakan bahwa pria yang berdiri di sana sedang mengimpikan masa kecilnya, mengimpikan  sebuah tempat yang sebentar lagi mungkin ia akan meninggalkannya, sebuah tempat…dimana sejauh apapun kaki melangkah, setinggi apapun cita-cita, segemerlap apapun tempat perantauan…namun ia akan rindu kampung halamannya…sebuah tempat dimana ia selalu merindukannya ….tempat kelahirannya….kampung halamannya….sebuah tempat….a place called home

♠♠♠♠♠♠♠♠♠♠♠♠

I walk
I wade
Through full lands
And lonely
I stumble
I stumble
With you
I wait
To be born
Again
With love comes the day
Just hold on to me

Now is the time to follow through, to read the signs
Now the message is sent, let’s bring it to it’s final end

One-day-I-know-there’ll-be-a-place-for-us.

A place called home

♠♠♠♠♠♠♠♠♠♠♠♠

-Surabaya –

Kota perjuangan

Lost time is never found again


By time

Indeed, mankind is in loss,

Except for those who have believed and done righteous deeds and advised each other to truth and advised each other to patience.

(Qur’an – Chapter 103 “Al Asr (the declining day)”, verse 1 – 3)

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

You can’t change the past

but…

You can ruin the present by worrying the future

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Boat

 

Time is what we want MOST…

BUT

What we use WORST

__________________________________________

Depok – West Java

12-12-12 just a few seconds before 13-12-12

650 miles away from the place where I was born

___________________________________________

If your eyes are blinded with your worries, you cannot see the beauty of the sunset


Gloomy Sunset

“Dusk is just an illusion because the sun is either above the horizon or below it. And that means that day and night are linked in a way that few things are there cannot be one without the other yet they cannot exist at the same time. How would it feel I remember wondering to be always together yet forever apart?”

♥♥♥

The shadow of the day embrace the world in grey

and……

the sun will set for you

♥♥♥

When the sun has set, no candle can replace it


Know where to find the sunrise and sunset times and note how the sky looks at those times, at least once.

~~ Marylin vos Savant ~~

Silent Sunset

Ketika kupandangi warna senja di penghujung jalan, ketika aku kagum akan keindahannya, tak terbayangkan betapa kagumnya diriku akan diriMU wahai penciptaku ….

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

written in Medan…..tomorrow I’m going home…

leave the sunset behind…

welcoming the sunrise..

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥