Kenangan Terakhir Bersama si Oddy


Pagi yang cerah…udara yang hangat menyelimuti ….. tak kusangka ternyata hari itu adalah hari terakhir si Oddy menemani hari-hari keluarga mungilku. Duduk berjemur menghadap timur, elegan nan rapi…tampan dan pengantar setia. Sudah hampir 3 tahun si Oddy menemani, suka duka kami alami bersama. Si kotak berwarna perak elegan dengan mesin VTEC SOHC 16 valve berkapasitas 7 penumpang seberat 1.6 Ton dengan ground clearance 155 mm,sedang berbenah untuk menyusuri 3 hari perjalanan melewati selatan pulau jawa.

IMG_20140924_065350

 

Bukan pertama kalinya 65 liter tanki terisi penuh, terlebih ini perjalanan panjang. Dengan bagasi yang hampir terisi penuh, namun baris ketiga yang dipertahankan untuk kamar tidur si sulung ketika kelelahan dalam perjalanan.

Berangkatlah si Oddy di pagi buta menuju Bandung. Dengan bermalam di hotel Padma tuk melepas penat sekaligus untuk mempersiapkan fisik yang prima karena ini pertama kalinya kami sekeluarga melakukan perjalanan jauh, dan pertama kalinya bagiku sebagai sopir tanpa cadangan.

Semalam di Padma cukup memberikan nuansa sendiri bagi keluarga, dengan tarif yang tidak terlalu mahal, lokasi ini memang sebuah tempat “pelarian” yang ideal.

IMG_20140926_121212-EFFECTS

Sembari menunggu kamar disiapkan, tak ada salahnya sedikit leyeh-leyeh memanjakan diri

IMG_20140926_121934-EFFECTS (1)

Mengamati 2 peri kecil berlarian dengan antusias, cukup melegakan hati, bahwa perjalanan ini in sya Allah tidak sia-sia

IMG-20140926-WA0011

Melihat si bungsu terpana dengan air mancur di depannya, sesuatu banget kata orang bilang

Kami berencana menghabiskan malam di sini, sembari menikmati keheningan malam-nya Bandung, kasur dan bantal empuk, serta merasakan berendam di air hangat adalah menu utama keluarga kami. Sedikit memanjakan diri ….hmmm ini bukan sedikit tapi lebih tepatnya “banyak memanjakan diri”.

Tak terasa semalam di Padma sungguh singkat, pagi pun menyapa, kubuka Jendela kamar dan inilah yang kulihat

IMG_20140927_055209

Cahaya matahari masih malu-malu, kabut pun masih turun merendam suasana pagi di Hotel Padma. Si kecil masih pulas, kupaksakan langkah kaki malasku tuk menciduk air wudhu. Rencanya ingin berenang tapi setelah melihat uap dingin di atas kolam renang, pupuslah semangat 45 yang sudah di tanam seminggu sebelum berangkat, yaitu berenang sebagai pengganti olah raga pagi.

IMG-20140927-WA0002-EFFECTS

Oke…sampai di situ “leha-leha” di Hotel. Kami bergegas check out…dan tancap gas ke Garut … lebih tepatnya kota kecil Pameungpeuk via pangalengan, yang belum pernah aku dengar sebelumnya. Teman seperjuangan touring kali ini telah menunggu di pintu tol. Baru kali ini kami bepergian jauh tanpa waze atau dituntun GPS, itu karena pemimpin perjalanan kali ini yang bisa diandalkan. Kami satu rombongan 3 mobil dan kami telah mendapuk kawan yang baru kami kenal dadakan sebagai pemimpin perjalanan.

Singkat cerita, jalanan meliuk berbatas dinding bukit dan jurang menjulang serta tanjakan yang membikin jantung berdegup kencang serta hamparan kebun teh di kanan kiri jalan menjadi teman perjalanan hingga 6 jam ke depan. Sesekali kami menepi sekedar tuk mengabadikan suasana perjalanan yang unik dan pemandangan yang elok. Tak kusangka si Oddy yang telah menginjak usia tidak muda lagi, dengan torsi 205.94 Nm) / 4800 rpm mampu meladeni tanjakan hampir 40 derajat dengan medan gravel dan sedikit jalan yang rusak.

IMG-20140930-WA0001

Timbul rasa kasihan terhadap si Oddy, karena sejatinya kendaraan ini tidak diperuntukkan untuk medan yang kami lalui. Namun kenyamanannya dan performanya yang prima membuat kami sekeluarga sangat menikmati berkendara di atasnya. Walaupun Istri tercinta sesekali mabuk perjalanan karena usia kehamilannya yang memasuki akhir semester pertema. Tapi rasa lelah dapat diredam dengan suspensi double wishbone untuk roda depan maupun belakang.

Singkat cerita, dengan modal HP Lenovo A 3000 tab seadanya, didapatlah kenangan sepanjang perjalanan seperti ini:

IMG-20140930-WA0002

Pangalengan view

Jenuh berkendara, kami mampir sekedar mengisi perut keroncongan di sebuah lokasi yang terletak di tengah sawah. Sementara jarum indikator bensin si Oddy menunjukkan 3/4. Tidak seperti dua mobil di depannya, si Oddy memang dirancang haus bensin, dengan kapasitas mesin 2,300 cc, kondisi tanki bahan bakar harus sesekali di tengok, terlebih melewati jalan antah berantah di daerah lintas Pangalengan dimana kami harus mengandalkan Pomini, alias Pom Bensin Mini.

Siang menyapa, perut sudah mulai keroncongan, akhirnya bisa menikmati sepiring nasi dan ayam bakar sembari melihat sawah memanjang nan luas itu …………………memang sesuatu bingitz 😀

IMG-20140927-WA0021

IMG-20140927-WA0015

Sepanjang perjalanan disugihi tikungan nan tajam, terkadang naik cukup terjal dan terkadang turun namun langsung berbelok arah. Bisa dibilang kemudi tak pernah terarah lurus kedepan, kalau tidak belok kiri ya belok kanan. Dengan tipe drive-train yang front wheel drive, tentunya urusan nanjak menanjak agak sedikit sulit bagi si Oddy. Terkadang kaki depan si Oddy selip menghantam jalanan gravel.

Perjalanan panjang nan melelahkan akhirnya terbayar ketika kami finish di check point pertama, yaitu Pantai Ranca Buaya. Hari menjelang senja, badan pegal tak karuan, mata ngantuk, tubuh lelah, akhirnya sedikit terbayar dengan suara deburan ombak mengalun indah. Kejadian unik ketika beratus ratus kilometer kami lalui menuju tempat ini, ternyata kami bertemu seorang kawan SMA dulu, dan ternyata kawan SMA ku adalah salah satu teman sekamar salah satu pemimpin rombongan touring…walah…dunia memang sempit…:D

Melihat di kejauhan silhouette dari anak-anak yang ceria bermain di tengah deburan ombak, suasana senja yang tenang, serta adzan maghrib yang sebentar lagi berkumandang, sungguh kombinasi peristiwa yang selalu aku impikan.

Senja di Ranca Buaya

Selalu teringat pertama kali bagaimana aku menatap langit senja, dan rupanya itu terulang, ketika si sulung terpukau akan langit senja dalam dekapan hembusan angin laut di senja hari.

Menatap Langit

Senja pun semakin matang, perlahan meninggalkan pantai selatan nan elok, dalam gemulainya hembusan ombak. Akhirnya inilah pemandangan terakhir yang sempat diabadikan.

Pantai Ranca Buaya

Hari mulai larut, jalanan kembali mulai tidak bersahabat. Hamparan jalan berkerikil terhampar di depan sepanjang 3-5 km, membuat bulu kuduk bergidik, karena tak ada satupun yang melewati jalan itu kecuali kami bertiga, apa jadinya kalau salah satu dari kami mengalami ban bocor…. aaahhh tak bisa dibayangkan.

Malam-pun mulai larut, sepi menemani, akhirnya kami sampai di penginapan. Badan lelah, mata perih, rasanya ingin kubayar tuntas dengan tidur lelap. Karena esok hari perjalanan pulang yang cukup panjang menuju Depok terbentang luas.

Oddy dan Rekan

Si Oddy bersama 2 rekannya. Walaupun usia nya tidak belia lagi, namun semangat juangnya melewati medan berat perlu diacungi jempol. Kami sekeluarga pasti sangat merindukannya saat ini.😦

Nikmatnya perjalanan serta kendaraan yang baik, adalah bagian dari anugerah dari Allah ta’ala. Sangat bersyukur di tengah-tengah kesibukan, masih bisa menyempatkan diri untuk melihat tempat yang indah di sisi selatan pulau Jawa.

Menatap laut

Menikmati keindahan alam, merupakan hal yang “gratis” dan “mudah” bagi ayahnya dulu. Namun tidak buat kedua anakku, dimana hutan beton, dan pav block adalah tempat kehidupannya saat ini. Bersyukur masih bisa bertelanjang kaki menjamah pasir bersama.

Pemandangan

Salah satu pemandangan yang menampakkan rumah penduduk di tengah ladang padi, serta dikelilingi oleh bukit-bukit nan hijau. Sesungguhnya ini lah tempat impian ku ketika aku menghabiskan masa tuaku nanti.

When I Stood still against the wave vintage

Si sulung terpana melihat ombak menggulung beriringan, seperti ayahnya dulu🙂

Akhirnya kisah perjalanan terakhirku bersama si Oddy harus berakhir di sini. Oddy … kami merindukanmu. In syaa Allah perjalanan berikutnya akan dilakukan dengan sesuatu yang ber-ground clearance tinggi, rear wheel drive, dan memiliki torsi di atas 300 Nm/rpm…..

5 thoughts on “Kenangan Terakhir Bersama si Oddy

  1. Pingback: Petualangan Keluarga Ke Ujung Selatan Jawa (1) | Gloomy Sunset

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s