Dari sebuah jendela di udara…


Selalu gelisah tatkala pesawat telah mengurangi kecepatannya … pertanda sebentar lagi akan mendarat. Kepalaku selalu sedikit miring ke kiri…lekat ke jendela kabin tempat duduk urutan No. 1. Sang pilot sudah memberikan notifikasi bahwa sebentar lagi pesawat akan mendarat di Ngurah Rai International Airport. Sementara lamunan sudah tak sabar ingin menjejakkan kaki dengan segera di Perth – Western Australia.

5 Menit sebelum pengumuman oleh sang pilot mengenai pendaratan pesawat di Bali, sang Pilot memberi informasi melalui kokpit nya bahwa para penumpang di baris kanan bisa melihat gunung Bromo. “yaaahhh….aku kan di kursi sebelah kiri..”  padahal tangan ini sudah siap dengan kamera.

Setelah melalui awan nan menawan dan mengambil beberapa gambar cantik akan indahnya pulau Jawa dari atas…tugas selanjutnya melihat kampung halamanku dari atas……dalam waktu sepersekian menit kepalaku memandang hamparan daratan luas dari ketinggian lebih dari 3000 kaki. Mendadak aku menjadi orang yang paling terlihat bingung di dalam kabin…karena kepala ini menoleh kesana kemari dari sebuah jendela mungil tuk sekedar melihat tampak atas kota Situbondo-ku dari atas…namun dari atas sana semua tampak sama…hingga…..

Hingga aku melihat sebuah asap putih mengepul dari sebuag kawah dari sebuah gunung yang …dalam beberapa saat aku tertegun melihat keindahannya… yang entah gunung apa gerangan itu. Kuamati daerah di sekelilingnya…adakah kampung terdekat di kaki gunung itu? ternyata tak banyak pemukiman dekat puncak yang mengepul itu.

Aku pun seolah terbangun dari mimpi…melihat lokasi dan bentang geologis nya … ahh itu Gunung Raung yang dulu pernah meletus tahun 1915 dan pernah diberitakan pernah meletus tahun 1586 dan sekitaran 1800-an….. Alhamdulillah bersyukurnya aku karena sedari kecil aku ingin tahu sosok gunung yang satu ini. Berikut sosok gunung nan menawan itu tempoe doeloe – diambil dari KITLV (thanks to KITLV digital media & the photographer)

Goenoeng Raoeng

Tropenmuseum of the Royal Tropical Institute

Source : Tropenmuseum of the Royal Tropical Institute

Setelah menghela nafas … Alhamdulillah akhirnya fotomu kini kuabadikan … walau tak banyak cerita akan kekehidupannya akan gunung yang memiliki tinggi 3,332 meter di atas permukaan laut. Berharap suatu saat aku bisa mendakinya … aamiin

abualbanie.wordpress.com

Raung volcano view from south-east

Raung mt view from south

Raung mt view from south

Orang lebih banyak mengenal kawah Ijen, Bromo atau bahkan Semeru tak banyak yang bisa bercerita mengenai gunung yang satu ini. Karena saya bukan ahli volcano atau Geologi, akan tetapi kawah Ijen, Bromo atau Semeru adalah gunung berapi yang bersaudara…dalam artian proses pembentukan serta usia nya tak jauh terpaut lama dengan Volcanic Explosivity Index yang cukup besar (moderate – very large).

Akhirnya …. harus kurelakan pemandangan Raung nan mempesona tatkala selat Bali mulai nampak

Bali Strait in the morning

Bali Strait in the morning

↔↔↔↔↔↔

4 thoughts on “Dari sebuah jendela di udara…

  1. bidikan yang luar biasa dari balik jendela..

    makasi Hendra, sudah memperkenalkan Gn. Raung
    bundo baru tau dari sini..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s