Senja Hari dan Suara Adzan


Mungkin sudah hampir sepuluh tahun lebih yang lalu, ketika aku berlari kecil sembari membenahi sarung berlari menuju tanah lapang, gerimis kala itu….kira-kira pukul 17.00 kurang lebih. Lalu kami yang masih seusia anak SD kelas 2 atau kelas 3 berkumpul menghadap semak-semak, dihadapan deretan tebu yang menghampar di kejauhan, suara cerobong pabrik gula turut menandai bahwa hari telah usai untuk hari itu….sembari menatap langit….menunggu kapan matahari tenggelam ….di ujung barat, kami biasa berkumpul dalam keceriaan.

Beberapa diantara kami bertopang dagu, beberapa lagi duduk berjongkok dan beberapa bersenda gurau satu sama lain…hingga…hingga Adzan maghrib berkumandang. Serentak kami berlarian dan bergilir mengambil air wudhu di sungai dekat surau, tuk melaksanakan shalat Maghrib. Namun aku selalu terpana dengan suara itu…bahkan hingga kini…suara merdu yang memanggil dari kejauhan,,,terlepas engkau di tengah kota atau di tengah desa, suara merdu itu selalu saja menemukan jalannya ke telinga manusia … Masyaallah…suaramu mengusikku dan terkadang membuat air mataku jatuh…. wahai Adzan….entah apa jadinya bumi ini tanpa adzan yang berkumandang…

Aku selalu terngiang saat pertama kali hatiku menangis mendengarkan adzan maghrib…yang tampak sayup-sayup dari kejauhan, saat itu kumencari sumber arah suara di balik deretan pohon kelapa yang menghampar luas di depannya sawah nan hijau ….. sunyi…sepi…seolah mengingatkanku dan berkata bahwa engkau akan pulang suatu saat…tapi aku selalu bertanya dalam hati…kemana aku akan pulang ya Allah??

Entah kenapa hatiku selalu gelisah akan kerinduan ke suatu tempat yang bernama “rumah” ketika adzan maghrib itu berkumandang.

Di tengah kesunyian senja…

ketika adzan memanggil…

ketika hati rindu….

ketika hati pilu nan sepi….

ketika mata tak kuasa menahan air mata …

ketika kudengar adzan berkumandang….

Terkadang kuingin pulang….

Menuju masjid dan menghadapMu ya Rabb di penghujung hari….

Itu mengapa aku mencintai senja yang bisa menampakkan keindahannya dengan caranya sendiri

Ya Allah … betapa indahnya seruan adzan yang telah berkumandang sejak 1400 tahun yang lalu

dan senantiasa akan berkumandang hingga akhir nanti

Kuberharap anak dan cucuku masih akan tetap bisa mendengarkannya

sebelum ia lenyap tak berkumandang lagi

entah kapan… wallahua’lam

↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔↔

♣♥ pertengahan Ramadhan 1433 H ♣♥

3 Agustus 2012 Masehi

Di ruang makan

tak bisa tidur

↔↔↔↔↔↔

8 thoughts on “Senja Hari dan Suara Adzan

  1. waaa…terharuuuu….. jadi ingat bbrp bulan lalu pas ke turki, ketika tiba disana adzan magrib berkumandang, langsung terharu krn hmpr dua tahun gak dengar adzan di Belanda… Makasih mas…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s