Melukis Hujan


Bismillahirrahmanirrahim

 

Hari Sabtu,  28 Januari 2012, atau tepatnya tanggal 3 Rabi’ul awwal 1433 Hijriyah. Pagi hari, seperti halnya suatu pagi hari di musim hujan, suhu udara tidak terlalu dingin dan tidak pula terlalu panas, sejuk nan menyenangkan. Tiba-tiba bel berbunyi….alhamdulillah kiriman paket buku telah datang…sebuah buku Biografi tentang ulama-ulama terdahulu setebal 800 – an halaman, tidak kurang. Sang Kurir buku itu tepat mengantarkannya sebelum hujan di pagi hari datang…lebat sekali sehingga membuat suasana rumah sedikit lembab dan gelap.

Sedikit cahaya nampak dari kamar depan, sehingga aku bisa melihat halaman rumah di kala hujan….sejuk, sendu…..ditambah aroma hujan dan segarnya udara pagi yang menggiurkan.

Jendela … penghubung ke dunia luar🙂

Melongok ke luar…melihatmu hujan jatuh ke bumi

Percakapan ringan dimulai di ruang makan, sedikit mengenai buku yang telah aku beli, sembari istriku sibuk menyiapkan donat untuk makanan kami menyambut hujan…Masyaallah suasana yan hangat untuk kami nikmati sebagai keluarga kecil. Sembari mendengarkan rintik hujan yang semakin deras….ingin rasanya kulukiskan hujan … atau sekedar menagkapnya untuk kami buka lagi di suatu saat.

Tahukah kamu…bahwa hujan membawa kesenduan…dan memberikan ketenangan paling tidak untukku…namun kesudahannya memberikan kenyamanan karena bulir-bulir hujan menyajikan kesejukan untuk dinikmati….dan merenungi nikmat Allah Azza Wa Jalla.

Dan Allah menurunkan dari langit air (“hujan”) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran). (An Nahl ayat 65)

 

Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-jalan, dan menurunkan dari langit air “hujan”. Maka Kami tumbuhkan dengan air “hujan” itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam (Thahaa ayat 53)

Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (“hujan”) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan “hujan” itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu, karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. (QS Al Baqarah : 22)

Dan Dialah yangmenurunkan air hujandari langit lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman. (QS. Al An’am ayat 99)

Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (“hujan”); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan “hujan” di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab angin itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. (QS. Al A’raaf ayat 57)

♣♣♣

♣♣♣

♣♣♣

♣♣♣

♣♣♣

♣♣♣

♣♣♣

♣♣♣

Memandangi alam setelah hujan turun adalah kenikmatan tersendiri, karena dengan hujan merekahlah bunga, dan embun-embun seolah berpendar tersapu cahaya matahari yang seadanya dan turunlah rezeki dari langit…..

Di Keheningan pagi…..hanya sebuah buku yang menemani…sebuah buku yang seharusnya aku larut dalam sebuah cerita…

Cerita terbaik dari manusia terbaik yang pernah hidup di dunia…

Aku bersyukur bahwa Allah Azza wa Jalla memberikan aku kesempatan untuk menghirup lagi udara pagi hari ini

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Gema Pesona

Pagi yang sama

Dan Hujan turun lagi pagi ini

Dengan secangkir teh

sejenak kulupakan hiruk pikuknya dunia

Kunikmati tetesan dan sejuknya air hujan

hari ini

Minggu, 4 Rabi’ul Awwal 1433 H

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

2 thoughts on “Melukis Hujan

    • Hi…

      My apologize not to write this in English, I wish I could translate it to you someday. The post title is “Paint The Rain”. the post tells the story of my little family activity in dining room when the rain came in the morning and describe how peaceful it was, actually after the sun rises again when the flowers start to bloom, the bee just start to harvest the pollen and the water droplets shine as the sun light starts to illuminate them. hope it can explain a bit.

      thanks for visiting my blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s