The Rains Remind Me That I’m Not The Only One Crying


Bulan Juli kala itu….

Ketika angan menjemputku beranjak dari tepian

Ketika mendung berkata pada mentari “inilah waktuku mengantar hujan”

Kucoba telusuri hujan

Namun langit mendung pun tak selalu hujan

Ketika itu aku hanya ingin pulang

Ke tempat dimana pertama kali mimpi itu datang

Namun tak bisa kuhalangi hujan di kota itu

Kereta itu tetap membawaku pergi dalam hujan

Meninggalkan kenangan di tepian jalan

(Dedicated for my father….teringat ketika beliau untuk pertama kalinya mengantarku ke kota ini)

Membebaskan Hujan

ada yang ingin menjaring hujan
dengan pepatah-petitih tua
yang tak lekang meski basah –
hujan buru-buru menghapusnya

ada yang ingin mengurung hujan
dalam sebuah alinea panjang
yang tak kacau meski kuyup –
hujan malah sibuk menyuntingnya

ada yang ingin membebaskan hujan
dengan telapak tangan
yang jari-jarinya bergerak gemas –
hujan pun tersirap: air mata

Sapardi Djoko Damono : Membebaskan Hujan

 

Tepat jam 01.00 malam….dan mata pun tetap tak ingin terpejam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s