Tempat misterius itu adalah….Lapangan Terbang Babo….


Saya menyebutnya “point of exchange” atau lebih tepatnya mirip tempat sistem transfusi darah, dimana wajah lelah, kucel dan tampak belum (darah kotor) bertemu dengan wajah sumringah,kondisi fisik yang bugar, ceria penuh senyum dan tawa (darah bersih) di sebuh tempat yang berkoordinat Lat 2° 32′ 60S Long 133° 25′ 0E. Seperti dua keping mata uang yang selalu berseberangan, di tempat ini pula saya menukarkan rasa jenuh dan lelah dengan keceriaan. Tapi siapa yang tahu bahwa di tempat ini pula sebuah sejarah umat manusia terkelam tercatat oleh saksi bisu panasnya pertempuran yang terjadi di panggung pacific war.

Setiap saya transit di lapangan terbang ini, setiap itu pula saya menyambangi kendaraan konstruksi tua,teronggok tak terurus di salah satu sudut di lapangan terbang Babo, bentuknya yang antik selalu membuat saya berspekulasi “Ini buatan Jepang atau buatan Eropa yah…??” Kendaraan antik itu adalah sebuah road roller atau lebih tepatnya steam road roller atau steam roller karena mesinnya masih menggunakan tenaga uap air atau steam (Ketika saya masih kecil orang-orang di kampung saya menyebut mesin perata jalan dengan “pak saleh atau lebih tepatnyaatau salender dalam logat Madura (baca : silinder, karena dilihat dari bentuk dua rodanya yang mamang berbentuk silinder). Road Roller antik yang kira-kira dibuat di tahun 1900 teronggok tak berdaya di salah satu sisi bandara ini, tubuhnya penuh karat tapi masih tampak kokoh, tak tampak pitting corrosion di tubuhnya, namun surface corrosion yang telah menutupi seluruh badannya menunjukkan betapa kokohnya dia, kedua roller-nya, seolah masih utuh walaupun semuanya berubah berwarna coklat kehitaman, sungguh pekerjaan metalurgi yang sangat sempurna jika harus dinilai dari masanya, bahkan mesin serupa yang diproduksi saat ini tak akan mampu bertahan lebih dari 20 tahun.

Steam roller menjadi saksi bisu bagaimana nyawa dengan mudah dipertaruhkan di tempat ini dan menjadi saksi bisu tentang dimulainya sebuah koloni yang dibuka dari lahan berawa, tandus, panas, lembab dan tentunya “markas nyamuk anopheles betina” yang membuat daerah ini merupakan daerah endemic malaria. Seolah steam roller tua itu ingin mengatakan tentang segala hal kejadian yang telah ia lalui, ia lebih memilih berkarat walaupun lembabnya dan panas nya cuaca pun seolah enggan membiarkannya hancur menjadi tanah. Itu yang selalu menjadi objek yang menarik setiap orang yang datang dan pergi, tempat itu adalah LAPANGAN TERBANG PERINTIS BABO.

Asal Muasal Lapangan Terbang Babo

Lapangan terbang Babo terletak di koordinat Lat 2° 32′ 60S Long 133° 25′ 0E, terletak di daratan berawa di sebelah selatan dari teluk Bintuni.

Foto di atas menunjukkan lapangan terbang Babo saat sebelum PD2 dimulai

Bandara udara Babo sendiri dibangun oleh Belanda sebelum perang dunia kedua dimulai, bandara ini merupakan tempat pemberhentian terakhir dari rute KLM airlines di wilayah New Guinea (setidaknya mereka menyebutnya seperti itu untuk wilayah Papua). Selama November 1941, divisi engineer RAAF (Royal Australian Air Force) dengan bantuan orang-orang Belanda, meng-upgrade lapangan terbang ini untuk keperluan militer. Saya pribadi berpendapat tindakan itu sangat beralasan, karena di waktu yang sama, kampanye militer Jerman di Eropa tengah mencapai puncaknya, dan wajar Belanda yang ingin tetap eksis di Indonesia melakukan “perkuatan” diri untuk mengantisipasi hal-hal yang mengganggu wilayah kolonialnya, termasuk di Indonesia. Ternyata perkiraan itu bukan isapan Jempol, ….pecahlah perang pasifik dengan panggung  wilayah belahan timur Asia Tenggara yaitu pacific.

Selama Perang Pacific meletus (PD II), Jepang berupaya merebut lapangan terbang ini dengan menggunakan pesawat H6K Emily (sejenis flying boat atau perahu terbang lah istilahnya,tapi jangan diibaratkan perahu flying dutcmen dalam dongeng yang benar-benar perahu layar yang bisa terbang) pada 30 Desember 1941. Walhasil, serangan itu menewaskan 3 orang,dan 14 luka-luka, termasuk beberapa anak-anak. …..(saya jadi bingung kok betah itu anak-anak main di Babo….kita-kita aja pengen jauh-jauh dari area rawa yang panas ini, heheheheh).

Foto di atas adalah Biang Kerok hancurnya lapangan udara Babo, si “Perahu Terbang”

Untuk menjawab …(lebih tepatnya …merespons) serangan Jepang ini, RAAF tidak tinggal diam, sebagai aksi balas dendam RAAF mengirimkan tiga bomber dari skuadron 13 untuk mencegat fighter plane nya Jepang (Dari sini kentara klo RAAF belum punya fighter plane sejati, masa Bomber disuruh gelut sama Fighter…).

Tapi penggunaan pesawat pembom ini hanya sementara, karena secara bersamaan, tentara KNIL (het Koninklijke Nederlands(ch)-Indische Leger) Belanda mempersiapkan unit pertahanan kira-kira 200 personnel untuk meningkatkan pertahanan di Babo dan untuk mengamankan / menyiapkan jalur alternative kedua untuk kabur. Jadi ketika PD 2 meletus, justru skuadron Australia lah yang mengemban tanggung jawab (Belanda maunya makan gaji buta….heheheh), yaitu dari 13th Squadron (Hudson x 3) di tahun 1942, dikarenakan Belanda sudah amburadul diacak-acak tentara NAZI Jerman, jadi sedikit kedodoran untuk menjaga wilayah kolonialnya di Indonesia.

Karena memang kekurangan personel dan mungkin supply logistic, akhirnya Bandara itu Jatuh ke Tangan Jepang. Personel Infantry Jepang yang pertama kali menginjakkan kakinya di Babo adalah dari Detasemen ke-2. Tepat pada tanggal 2 April 1942, mereka menguasai daerah Babo dan lapangan terbangnya. Akibat dari pendaratan ini, hampir semua tentara Belanda memilih kabur ke Australia. Kemudian, lapangan terbang ini dikembangkan menjadi sebuah basis utama baik oleh AD ataupun AL Jepang di daerah teluk Bintuni dan sebagai point penting (staging point) untuk mencakup wilayah Aru atau Papua Nugini hingga ke wilayah timur pulau papua.

Pemboman Lapangan Terbang Bao

Demi memperlancar misinya, Jepang mengembangkan lagi lapangan terbang Babo dengan membangun dua landasan. Pasukan angkatan laut Jepang mampu menyulap lapangan perintis dari lahan sempit yang berawa hingga menjadi lapangan terbang yang mampu menampung 15 Bomber dan 24 Fighter. Unit pesawat yang di operasikan di Babo merupakan pabrikan dari Mitsubishi dan Kawasaki, beberapa unit pesawat juga di-oper ke Sumatra dari bandara ini.

(Kalau Honda masuk di industri perang kala itu Jepang mungkin menang kali yah….pasti pesawat pesawatnya irit bahan bakar dan banyak bengkel ASTRA yang mau menampung service rutin, hehehehehe….. )

Berikut Unit yang berdinas di Babo : (Sumber http://www.pacificwrecks.com)

Japanese Units Based At Babo
202nd Kokutai (formally 3rd Kokutai – Zeros) early 1943 – March 1944 Truk, returns June 44
311th Hikotai of the 153 Kokutai – (A6M3-5 Zeros)
753rd & 732nd Kokutai – Betty (possibly based)
JAAF 7th Air Division
59th Sentai (Ki-43) May 1943
61st Sentai (Ki-49 Helen)
24th Sentai, 1st Chutai (Ki-43-II Oscar)
34th Sentai (Ki-48) 1943
59th Sentai (Ki-43-II Oscar detachment)

70th Dokuritsu Chutai (Ki-46 Dinah)
73rd Dokuritsu Chutai (Ki-51 Sonia)
45th Sentai (Ki-45 Nick)

75th Sentai (Ki-48 Lily)
25th Special Base Unit  (Betty & Topsy Transports)

 

Berikut sisa-sisa reruntuhan pesawat Jepang yang saat ini udah ngga ada lagi

 

SI “Betty” Sebelum di-restorasi di Babo

Pesawat di atas adalah Mitsubishi G4M1 Hamaki “Betty” bomber yang disergap dan berhasil ditembak jatuh oleh P38 di wilayah Papua dengan menewaskan salah satu Admiral Jepang yaitu Admiral Isoroku Yamamoto. Pesawat di atas teronggok di Babo selama 50 tahun sebelum akhirnya berhasil di-restorasi oleh Chino’s Planes of Fame

 

Pesawat Ki-51 Sonia pabrikan Kawasaki

Ini dia jagoannya Fighter yang populer di Film “Pearl Harbour” pesawat itu adalah A6M Mitsubishi Zero, testimoni beberapa Pilot Amerika ketika berhadapan dengan pesawat ini adalah “jangan coba-coba terbang lurus ketika dikejar oleh Zero”

Ini adalah pesawat D4YI Judy, merupakan pesawat intai malam, bisa dilihat lubang-lubang di sayapnya akibat Straffing pesawat sekutu

Dan sebenarnya masih banyak lagi foto-foto reruntuhan beberapa pesawat yang masih tertinggal di Babo hingga saat ini, seperti gambar di bawah, akan tetapi saya belum bisa mengidentifikasi jenis pesawat itu😦.

Beberapa mesin pesawat yang dicopot,saat ini jadi pajangan di Bandara Udara Babo, mesin ini selalu saya amati, karena selain tak berkarat, hingga saat ini saya masih penasaran, mesin ini berasal dari pesawat apa dan bagian apa??. Alumunium tag yang berwarna hitam di kanan bawah menunjukkan kode produksi, dan tentunya tulisan Jepang yang saya tak bisa membacanya….hehehehehe😀

Akan tetapi, dari semua kisah lapangan terbang Babo yang bekaitan dengan Jepang dan sejarah perangnya,ada satu hal yang membuat lapangan terbang ini saya sebut penuh misteri……coba tebak? heheheheh, apalagi kalau bukan steam roller yang pernah saya ceritakan di atas. Pertama kali saya mendarat di Babo, dan setiap kali saya transit di Babo, mata saya pastilah mencari sesosok besi tua nan berkarat itu. Saya selalu berasumsi bahwa steam roller itu buatan Jepang namun asumsi saya berubah ketika tahu bahwa lapangan terbang ini dibuat oleh Belanda di tahun 1900-an. Saya pun melakukan Investigasi hehehhehe (alay MODE ON lagi…) ….. ternyata model steam roller yang teronggok tak berdaya itu mirip dengan “steam roller Buffalo Springfield” buatan Amerika, yang muali diproduksi di tahun 1924 awal, saya agak tidak percaya, karena buat apa bawa steam roller buatan amerika, padahal Inggris sang jagonya pembuat mesin uap punya Aveling & Potter yang juga memproduksi steam roller serupa bahkan setelah itu ada pula pabrikan seperti Marshall, Sons & Co.John Fowler & Co. Ini yang membuat semuanya menjadi misterius, karena di awal 1900-an Belanda lebih dekat ke UK ketimbang Amerika, apalagi perang pacific belum juga meletus…..aneh.  Ada apa gerangan steam roller Amerika ada di Papua?

Penasaran seperti apa steam roller tua itu?? lihat fotonya di bawah, tapi maaf  kebetulan saya tidak membawa kamera, yaaa foto HP juga boleh lah,😛

 

Steam Roller tua ini terletak di tepi landasan akan tetapi masih area luar pagar lapangan terbang itu sendiri.

Pada gambar no.2 terlihat gear box dan pintu tungku batu-bara (boiler) sebagai bahan bakar untuk menghasilkan steam

Saya berspekulasi bentuk corong trapesium ini adalah tempat untuk menuang air, bentuk yang mirip bula adalah relief valve untuk membuang tekanan ketika tekanan steam berlebihan

Proses investigasi oleh saya , Dennis Vuckcovic & Antony Perry, satu bagian yang hilang dari steam roller ini, yaitu chimney atau corong uap untuk membuang uap hasil pembakaran seperti halnya yang dipasang di lokomotif kereta api uap.

Ini Shell & Tube di dalam Boiler nya , dimana uap air sebagai pemanas dialirkan di dalam lubang-lubang kecil yang dinamakan tube. Dimana udara panas akibat pembakaran oleh batu bara  mengalir di selubungnya (shell), Boiler ini adalah inti dari mesin penggerak steam roller

Ini corong berbentuk trapesium tempat menuang air untuk menghasilkan steam, atau ini smoke box?? saya juga tak tau

Piringan besi yang duduk di sebelah roller atau roda adalah roda penggerak gear box, sedangkan tuas kecil yang lengket di roda belakang adalah scarpper untuk menjaga roda tetap licin, karena tugasnya adalah untuk membuat landasan yang rata

Tuas / persneling … yang bisa membuat steam roller ini maju dan mundur

Ini Rear wheel, lihat lubang yang ada di bagian body nya, saya berkesimpulan ini bukan lubang akibat peluru, tapi murni karena kerusakan biasa

Berkaitan steam roller ini buatan mana, saya coba browsing kira-kira bentuk tubuhnya di kala ia masih muda seperti apa? :D Kenapa saya berkesimpulan steam roller ini amerika punya, berikut perbedaan steam roller Inggris dan Amerika

Di atas adalah steam roller made in UK, terdapat gear yang menjorok / protrude keluar dari ruang kabin di sebelah kanan (sisa gear ini tak tampak di bangkai roller , yang saya foto di Babo); satu hal lagi perbedaan mencolok adalah piringan pemutar gear box roller di atas ada di sebelah kiri bukan di kanan sebagaimana bangkai roller made in US, Serta Steam roller yang ada di Babo memiliki semacam lifting lug di bagian moncong/hidungnya sebagai tempat kait untuk menderek, sementara steam roller Inggris di atas di hidungnya terdapat plat merek pabrikan yang membuatnya.

Buffalo Steam Roller hasil penelusuran mbah Google, chimney atau corong di bagian belakang kemungkinan tempat asphalt sebelum di spray ke jalan.

Masih tidak percaya ini Steam Roller buatan Amerika??ini ada gambar lagi

Bandingkan gambar berwarna di atas dengan potret yang saya Ambil….99% mirip, lihat posisi relief valve, gear box

Dan ternyata saudara-saudara …. prediksi saya salah mengenai letak dimana air itu dituang….ternyata ada di bagian depan bagian bawah steam roller….. bukan di bagian depan yang saya sebutkan tadi….hehehehehhe, apa orang yang di foto menambahkan air untuk menyiram tanaman?? saya juga nda tau

dan ternyata steam roller buffalo ini asal muasalnya untuk meratakan dan mengolah jalanan di lahan pertanian, karena di bagian depannya terdapat scrapper/bilah pembajak

Untuk mengetahui bagaimana steam roller ini beroperasi ….. saya persilahkan meng klik video di bawah

Nah sekarang…………kenapa steam roller springfield buffalo yang awalnya digunakan untuk mengolah pembuka lahan pertanian di Amerika bisa sampai di Bandara babo kala itu???? apa karena cocok untuk lahan basah dan berawa??

Satu lagi….Steam Roller ini satu-satunya kendaraan yang luput dari pemboman atau straffing ketika sekutu membom bandara Babo….ataupun saat Jepang berupaya merebut lapangan terbang ini, ini juga yang membuat saya terheran-heran?padahal kala itu, sekutu menggunakan parafrag bomb, atau bom karpet yang efek kerusakannya sangat luas, terlebih steam roller ini terletak di tepian landasan……saya berspekulasi (wah…seperti piawang saham aja berspekulasi…. :D) bahwa dulunya steam roller ini letaknya bukan disini, entah dipindah dari tempat lain atau apa ….. jikalau ia selamat dari pemboman….apakah ia setangguh itu, sehingga tidak menunjukkan sedikitpun kerusakan??

Namun…Babo tetaplah Babo….dengan segala misterinya, Babo adalah dimana kita bisa membeli kepiting…hehehehehhe, sekaligus tempat dimana back to back bisa bertemu untuk hand over kerjaan…😀

berikut suasana di wilayah Babo yang saya ambil dari dalam bus setelah transit dari Boat untuk menaiki pesawat Beechcraft Double engine

Bandara Babo Sekarang tampak pesawat Beechcraft MD 1900 menuju Biak (sekaligus napak tilas pencegatan Jepang terhadap pendaratan sekutu di Biak)

Babo Sekarang dipakai sebagai Bandara resmi oleh BP untuk menunjang pengoperasian LNG Plant di wilayah Tanah Merah, teluk Bintuni, Papua

 

Biarlah waktu berlalu…..dan biarlah misteri itu tetap menjadi misteri….dan Babo dengan segala misterinya akan tetap menyisakan pertanyaan…bagaimana bandara ini telah menunjang kehidupan wilayah Babo hingga saat ini.

Terpaksa tulisan ini berhenti sampai disini….karena si kecil sudah bangun…saatnya mengajak jalan-jalan si kecil untuk mengetahui sisi sejarah lainnya di belahan bumi ini…

 

minggu yang indah untuk menghabisakan waktu bersama keluarga

Depok…07:00 tepat

 

18 thoughts on “Tempat misterius itu adalah….Lapangan Terbang Babo….

  1. Pingback: Aku masih berpikir bahwa ribuan tentara Jepang masih terkubur disitu « Gloomy Sunset

  2. katanya ada monumen pesawat yg tersisa di lanud manuhua?..jauh ga dari Babo?
    semoga semua peninggalan spt photo di atas tetap terjaga dari pemburu besi tua.

    • lanud manuhua kalau saya tidak salah terletak di Biak mas Eko, arah timur laut dari Babo, mengenai monumen nya, sayang sekali saya belum pernah mengunjungi situs itu…mudah2an bisa tetap terjaga peninggalannya🙂

  3. O..jauh ya? tks infonya..klo ke babo lagi photo2in dong rongsokan pesawatnya satu persatu dg sudut pandang yg utuh…jadi penasaran nih pengen tau pesawat apa aja yg masih tersisa…soalnya langka nih
    salam

  4. kira-kira di indonesia steam roller kyk di babo masih adakah yah??? atau hanya di babo ada steam roller tersebut.. dan di dunia skrng ada berapa buah??

    ini bisa jadi potensi wisata luar biasa.. coba pemerintah kita membuah museum nasional perang dunia ke 2 di biak dan babo pasti hasilnya sangat luar biasa, apalagi peninggalan perang dunia ke 2 di sana masih cukup banyak… saya yakin itu dapat menggankat perekonomian di papua khususnya dari aspek pariwisata…

    org amerika dan jepang akan berbondong2 datang ke sana untuk melihat sejarah leluhur mereka…

    hasil investigasi yg sangat luar biasa pak… ^_^

    • Itu yang saya pikir pertama kali melihat rongsokan steam roller…bahkan teman saya yang kebetulan dari Australia, kalau di Australia steam roller nya udah di restorasi dan masuk museum… ^_^ namun sayang sampe saat ini steam roller itu masih disitu…kepanasan & kehujanan, tinggal menunggu runtuh dimakan usia🙂

      • itulah ,,, kurang sekali perhatian pemerintah dg benda2 bersejarah,,, benda jadul macam steam roller tidak harganya bagi org2 bsr di Indonesia,,, steam roller ga bisa menghasilkan uang korupsi… hehehehehe…

        menyedihkan,, semoga ada org yang punya ide untuk merestorasi steam roller tersebut dan membuat sebuah museum yg megah… jati diri bangsa itu bisa dilihat dari bentuk dan ramainya museum yg ada di tempatnya… ^_^

  5. Pingback: Hanya 5 Jam Menunggu… « Gloomy Sunset

  6. Pingback: Jurnal teluk bintuni part 7 : Mengulik sisa-sisa perang dunia ke dua di Babo | Kelanakecil

  7. bukan hanya bangkai pesawat terbang dan alat2 mekanik saja yg masih tertinggal di situ, tapi waktu tahun 2006 sewaktu saya masih sekolah di sana juga masih ditemukan rinjau & roket bom yang masih aktif di area bandara …..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s