Kesehatan …. Nikmat yang Mudah Terlupakan


Berhubung rencana pergi ke Ace Hardware ga jadi, karena cuaca tidak menentu, ditambah si kecil lagi ga enak badan, sedari tadi rewel dan batuk…. terpaksa terpaku di Rumah, melihat Istri dan “si kecil” tidur dengan pulasnya,,,, dengan diiringi murrotal bertambahlah  haru biru hati mendayu menemaniku yang sendiri di malam yang dingin ini … halah…

Tak terasa udah tahun 2011, berarti jatah hidup semakin berkurang,,,,entah kenapa beberapa hari ini aku selalu merasa tidak menjadi “100%”, apa karena cuaca tak menentu atau apa,,, tapi yang pasti semenjak si kecil masuk rumah sakit,karena DBD semenjak itu pula kesehatan anggota keluarga Hendra Taruna silih berganti “drop”.

Bercerita tentang demam berdarah, saat – saat seperti inilah penyakit itu umumnya mewabah. Jadi harus hati-hati dan ekstra terutama menjaga kesehatan keluarga, terlebih-lebih si kecil. Si kecil Albanie mulai terkena demam, 4 hari setelah pulang dari rumah eyang kakung, mendadak badannya panas tinggi, lagi enak kerja di kantor tiba-tiba HP berbunyi, istri memberi kabar …“mas Banie badannya panas” ..spontan aku menjawab sms nya “kecapean itu dek…jangan diberi obat dulu, dipantau dulu demamnya”.

Setelah melewati 24 jam, suhu badan tak kunjung turun, akhirnya keluarlah “dekrit suami” … “dek kalau samapai nanti sore panas tidak turun, segera kasih obat penurun panas yah..”. Akhirnya panas badan si kecil perlahan turun, dan giliran papa nya yang batuk pilek menambah hangat suasana ..lho..!!. Namun si kecil tetep lesu, dan tak bergairah, Albanie dikenal karena kelincahannya, dia anak yang aktif, dan tak biasanya dia selalu ajak aku tiduran….pandangan mata nya sayu dan tak bertenaga,,hati mulai gelisah … jangan-jangan??? akhirnya aku memutuskan untuk membawanya ke RS terdekat, setelah cek lab ternyata trombositnya turun hingga 119,000/microLiter, dan atas saran dokter harus dilakukan observasi a.k.a harus opname dan pasang infus… wak ga karuan rasa hati ini, sedih apalagi lihat si kecil menangis ketika harus dipasang infus …

Dari beberapa literatur, siklus DBD mirip seperti pelana kuda, dengan fase kritisnya justru ketika demam sudah turun, 4-5 hari setelah fase suhu badan yang tinggi, ini yang membuat aku sedikit gelisah, karena Albanie suhu badannya sudah turun, artinya dia sedang dalam fase kritis

Mengenai apa dan bagaimana tentang penyakit DBD ini, banyak sekali literatur yang bisa dirujuk, bisa merujuk paper di link http://ejournal.unud.ac.id/abstrak/5_edited.pdf

Namun setelah tiga hari berselah kadar trombositnya berangsur menanjak walaupun sempat turun. Di hari kedua perawatan trombosit-nya turun kembali menjadi 95,000 /microLiter di sore hari nya turun lagi menjadi 92,000/microLiter, namun mulai ada perkembangan di hari ketiga dimana kadar trombositnya naik menjadi 98,000/microLiter dan keesokan harinya kembali meningkat di atas 100,000/microLiter, Alhamdulillah……akhirnya Albanie bisa pulang di hari ketiga. Dia sempat memberikan lambaian tangan kepada para suster dengan lucunya,,,dang sang suster nya pun membalas sambil tertawa. Uniknya saat keluar dari kamar dia tak mau digendong, pengennya jalan sendiri…wah anak jagoan papa neh …

Perjuangan menemani si kecil juga tidak kalah sedihnya … kebetulan sang Istri juga baru sembuh dari sakit, dan di saat itu giliranku yang lagi “drop”, batuk pilek dan demam, namun kesehatan anak adalah segalanya, tak peduli dengan kondisiku siang-malam, hujan-panas aku mondar-mandir rumah-kantor-rumah sakit, akhirnya aku benar-benar drop, akhirnya aku memutuskan cuti kerja 3 hari, dan tidur di rumah sakit … (istilahnya bukan opname,, jadi sekalian jaga anak,,sekalian istirahat di kamar VVIP RS … hehehe). Qadarullah nenek ku di rumah juga mulai demam … bisa disimpulkan semua anggota keluarga menderita sakit…

Di tengah ketidak berdayaan karena sakit, teringat sabda Rasulullah sallallahu’alaihi wasallam

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)

Tak bisa kubayangkan, siapa yang akan menjaga si kecil jika aku sakit dan tak berdaya?? siapa yang menyelesaikan tugas kantor yang semakin lama semakin menumpuk??siapa yang??…….itu yang selalu menggelayut di hatiku, ditambah lagi rasa khawatir sebagai orang tua kepada anak yang sakit. Sungguh nikmat waktu luang pun akanlah sia-sia jika kita sakit, badan yang lemah menghalangi aku tuk sholat berjama’ah,bahkan berwudhu dengan air pun menjadi hal yang berat, karena demam membuat bulu kuduk merinding jika terkena air, dengan sakit aktivitas mencari rezeki pun menjadi terhambat.

Hingga tulisan ini dibuat, aku pun masih batuk, si kecil udah muali aktif kembali, akan tetapi flu, batuk dan pilek sepertinya menjangkitinya, (ketularan papa nya,karena selama ini dia lengket sama papa nya… kasian), mudah-mudahan Allah memberikan kesembuhan padamu ya nak..🙂

Ya Allah ampunilah dosa hambamu ini, dan mudah-mudahan rasa sakit yang engkau berikan pada kami merupakan pelebur dosaku ya Allah.

Sampai detik ini pun aku susah memejamkan mata, memandangi si kecil yang tidur pulas … hanya untuk memastikan ia akan selalu ceria ….😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s