Rumahku Surgaku – Perjalanan Mendapatkan Rumah Impian (2)


Menyambung dari posting sebelumnya ……

Setelah menelusuri dan menimbang-nimbang tentang rumah idaman yang benar-benar menjadi Idaman, tak kalah pentingnya adalah kita melihat sisi investasi.

3. Nilai Investasi Rumah

Rumah bisa menjadi sarana investasi yang hebat. Tapi jika salah memilih, rumah bahkan bisa menghabiskan uang. Karena itu, agar rumah yang kami pilih bisa menjadi investasi yang luar biasa, ada beberapa hal yang harus diperhatikan

  • Cari yang nilainya di bawah harga pasar
  • Cari penjual yang sangat membutuhkan uang. Misalnya akan pindah ke luar daerah, dan sebagainya. Namun hati-hati dengan poin ini, karena berdasarkan pengalaman yang kami lalui, banyak diantara mereka hanya membutuhkan  DP-nya saja, setelah DP nya selesai selanjutnya sang penjual rumah umumnya mengundur-undur waktu sembari mencari pembeli yang lebih tinggi harganya, lantas membatalkan transaksi jual beli rumah dengan kita.  Untuk menghindarinya sebisa mungkin menghindari DP, ataupun jika terpaksa, sebaiknya dilakukan di depan notaris di atas perjanjian yang jelas mengenai batasan waktu pemnberian DP hingga transaksi jual beli rumah. Mengenai DP ini, insyaAllah akan saya urai di poin berikutnya.
  • Pilih lokasi yang bagus, misalnya pinggir jalan, mobil bisa lewat dua arah (jalan lebar), bukan daerah bencana, dekat fasilitas umum, ada rencana tata kota yang menguntungkan, lokasi bisnis, dan sebagainya.

4. Sabar dan Jangan Emosional

Berkali kali setelah kami mendapatkan rumah pilihan ujung-ujungnya gagal, entah karena sang penjual tidak amanah, selalu mengulur waktu, tidak memiliki iktikad baik dalam berjual-beli, tidak pernah menepati janji hingga tidak jujur mengenai  keadaan rumah. Masa penantian memang masa yang sulit bagi kami, berkali-kali kami merasa dirugikan dengan tindakan penjual rumah yang seperti ini, apalagi didorong hawa nafsu yang kuat untuk memiliki rumah. Percayalah, Allah akan selalu bersama orang yang sabar.

Banyak cobaan yang harus kami lalui, dari iming-iming untuk tidak jujur dari sang pemilik rumah, serta janji manis lainnya seperti potongan harga yang cukup banyak demi mengelabui agen rumah.
Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. QS. Al Baqarah (2) : 153

Jadi berkaca terhadap pengalaman yang kami alami, jangan mudah emosional saat melihat rumah bagus. Biasa sajalah. Mudah kok mempercatik rumah. Boleh jadi rumah bagus tersebut karena ia hanya memiliki sebuah taman mungil yang murah, kolam kecil yang murah, cat tembok yang murah, ataupun hiasan dinding yang murah

Saat kita sudah emosional tertarik dengan sebuah rumah, biasanya kita tidak akan bisa berpikir rasional tentang harga serta cara yang ditempuh. Ingat, kita membeli rumah haruslah ditempuh dengan cara yang halal bukan ? serta harta yang kita miliki seyogyanya hanyalah titipan Allah, dan rezeki yang kita dapatkan datangnya hanyalah dari Allah subhanahuwata’ala. Jika allah menghendaki walaupun jin dan manusia menghalangi, maka tidak akan ada kekuatan apapun untuk menghalanginya dan begitu pula sebaliknya.

Rasulullah SAW bersabda: “Akan tiba suatu zaman di mana orang tidak peduli lagi terhadap harta yang diperoleh, apakah ia halal atau haram” (HR Bukhari).

Wahai orang?orang yang beriman! Janganlah kamu mengharamkan apa yang baik dari yang telah dihalalkan Allah kepadamu, dan janganlah kamu melampaui batas, sungguh Allah tidak menyukai orang yang melampaui batas” (QS. 5:87).

Satu hal lagi, jangan hiraukan penjual yang memuji-muji sendiri rumahnya namun dibalik itu ada indikasi ketidakjujuran dari sang pemililik.

5. Cek Keabsahan Rumah

Setelah kami melihat langsung ke lapangan, melihat secara detail isi rumah, dan dalam hal ini sebelum kami bernegosiasi mengenai harga, maka yang kami tanyakan adalah kelengkapan admisnistrasi atau surat-surat berharga dari rumah yang ingin kita beli. Membeli rumah bukan seperti membeli baju. Kita tidak cukup hanya melihat tampilan fisik rumah tersebut. Lihat juga surat-surat rumah. Apakah suratnya ada atau tidak? Apa jenis suratnya ?

Kalau kami pribadi, lebih memililih rumah yang sudah ada surat SHM (Sertifikat Hak Milik). Dibeberapa kota, seperti Surabaya dan Jakarta bisa juga SHGB (Sertifikat Hak Guna Bangun) yang bisa ditingkatkan menjadi SHM. Didesa, biasanya sertifikat masih berupa Akta Jual Beli, petok, dan sebagainya

Untuk keamanan, Kita harus meminta copy surat. Jika Kita benar-benar serius ingin membeli rumah tersebut, Kita bisa membawa copy surat untuk ditanyakan bermasalah apa tidak ke notaris. Kalau di desa, bisa di perangkat desa.

6.Menghitung Nilai Rumah dan tanah

Setelah kami bisa memastikan bahwa surat kelayakan rumah “aman” dan sebelum melakukan penawaran, maka sebelumnya kami cari bocoran mengenai harga pasaran di daerah tersebut sehingga kami tau nilai sebenarnya rumah tersebut. Caranya adalah dengan menghitung nilai bangunan dan tanah dengan berpedoman pada harga di sekitarnya. Kami mencari  informasi harga tanah di sekitar rumah tersebut. Pencarian informasi tersebut bisa melalui kepada developer, atau bisa bertanya langsung kepada penjualnya, dan bisa cari juga nilai bangunan dengan bertanya kepada pak Tukang atau kontraktor, berapa harga per meternya

Untuk menghindari salah bernegosiasi harga, maka patokan awal harga rumah kami lihat dari kualitas bangunanya. Bangunan rumahpun kualitasnya bermacam-macam. Lihat kualitas semen temboknya dengan memukul tembok, lihat kayu dan ubinnya, dan sebagainya

Setelah kami telah mendapatkan data, maka kami mulai bisa menghitung nilai rumah dan bangunan dengan mudah. Dengan tips ini kita akan tahu, apakah penawaran penjual lebih tinggi, atau lebih rendah dari nilai pasaran.

Jangan percaya dengan hitungan penjual atau tetangga. Hitung saja sendiri berdasarkan nilai jual tanah-bangunan sekitar. Hasil hitungan kita bisa kita jadikan pedoman dalam menawar rumah tersebut.

Misalnya saja sebuah rumah di Malang. Luas tanah 100 m2, luas bangunan 36 m2. Bagaimana cara menghitungnya ?

Harga tanah sekitar Rp 100.000/meter, harga bangunan borongan per meter (kata pak tukang) Rp 1.000.000/meter, maka nilai total tanah dan bangunan

  • Nilai tanah : 100 m2 x Rp 100.000 = Rp 10.000.000
  • Nilai banguan : 36 m2 x Rp 1.000.000 = Rp 36.000.000
  • Berarti nilai tanah dan bangunan Rp 46.000.000

Boleh jadi penjual rumah akan menawarkan di harga Rp 60 juta. Karena Anda sudah tahu hitungannnya, maka tawar saja mulai Rp 25-30 juta. Jangan di atas Rp 46 juta.

Jika cara ini begitu dirasa sulit, maka hal yang paling mudah adalah menggunakan trending ataupun pembanding harga rumah di lokasi yang sama atau berdekatan melalui internet. Misalnya, dalam kasus kami, kamu membuat price list harga rumah di lokasi yang akan kami beli rumahnya dengan mencatat semua rumah yang dijual dengan mengelompokkan luas tanah dan bangunan yang sama dengan mengambil harga yang tercantum di iklan internet, misalnya www.rumah.com, atau www.rumah123.com

7. Nego Harga

Setelah kami tahu harga pasar, maka kami memiliki keberanian untuk tawar-menawar harga. Skill tawar menawar harga ini seiring akan meningkat seiring makin seringnya kami mencari-cari rumah.

Berdasarkan pengalaman kami, dalam melakukan penawaran, ada beberapa hal yang harus diperhatikan :

  • Tawarlah jauh di bawah harga pasar misalnya 50 %. Tidak usah malu. Toh tidak ada yang dirugikan. Boleh jadi jika orang yang kepepet utang, tawaran kita diperhitungkan. Dan mungkin saja di belinya dahulu jauh di bawah itu.
  • Hindari deal harga di pertemuan pertama. Ingat, ini pembelian terbesar kita. Jangan terburu nafsu ingin segera memilikinya. Jangan hiraukan rayuan penjual. Lakukan pertemuan berkali-kali, sehingga Andapun bisa berpikir dengan jernih dan harga bisa turun. Ingat selalu, tidak mudah menjual rumah. Dan kalau sudah ‘jodoh’ Anda pasti tidak kemana….

(bersambung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s