Rumahku Surgaku – Perjalanan Mendapatkan Rumah Impian (1)


Sore di penghujung bulan Dzulhijjah 1431 Hijriyah (6 Desember 2010), rintik hujan mulai berdatangan ketika jarum jam menunjukkan pukul 16:10 WIB sore hari.  Sesekali aku melihat jam yang melingkar di tangan kananku sementara tangan kiriku memegang kemudi. “Wah aku terlambat 15 menit…” gumamku dalam hati. Rintik hujan semakin terasa, dan aku berharap hujan bisa sedikit tertunda 10 menit saja, agar aku bisa mengenakan kembali sepatuku yang tampak mulai basah terkena rintik-rintik hujan.

Tepat 45 menit berlalu, segera aku menelpon istriku dari kantor Notaris,dibalik kaca rayban yang memburam karena hujan  “Adek Alhamdulillah sudah selesai….”, jarum jam tepat menunjukkan Jam 17:20 WIB ketika hujan sedang mengguyur deras kota Depok. Tak kusangka, aku telah menyelesaikannya setelah berbulan-bulan menunggu, ikhtiarku selama ini, Alhamdulillah membuahkan hasil. Allah memberikan ku sebuah rezeki sebuah rumah pertamaku yang selama ini aku idam-idamkan,tepat sesaat sebelum matahari tenggelam di bulan Dzulhijjah dan bulan baru pun menyongsong bulan Muharram.

Mengingat ujian yang kami alami selama ini untuk mendapatkannya, terbesit keinginan untuk sekedar berbagi pengalaman yang mungkin bisa dijadikan pelajaran bagi keluarga baru dalam mendapatkan rumah idaman.

Kabar gembira bermula ketika Allah ‘Azza wajalla memberikan kami jalan untuk bisa menghindari riba dalam mendapatkan rumah idaman kami, kantor tempat dimana aku bekerja memberikan kemudahan dalam hal ini dengan memberikan bantuan tanpa bunga, sungguh kemudahan yang melegakan.

Namun  apa yang terjadi setelah kabar itu, sungguh tidak mudah, terutama dalam mencari rumah yang tepat untuk keluarga. Dimana lingkungan sangat berpengaruh terhadap keluarga, tumbuh kembang anak dan yang paling utama sebagai tempat keluarga membangun sebuah kehidupannya, disinilah semua aktivitas akan dimulai, tempat dimana sang Suami mendidik istrinya, tempat sang Istri melayani suami dan sekaligus menjadi madrasah bagi sang anak, maka membeli rumah adalah sebuah proses yang menurut kami bisa dibilang gampang-gampang susah.

Sebelum kami menentukan rumah yang benar-benar cocok, maka ada beberapa langkah yang kami lalui :

1. Menentukan Sedetail Mungkin Rumah Impian

Langkah pertama adalah dengan menentukan terlebih dahulu rumah seperti apa yang kami inginkan. Terbayang bagi kami, kami ingin memiliki taman,nyaman,  ruang yang cukup untuk menampung saudara atau tamu yang datang berkunjung,karena selama ini kami adalah kontraktor sejati di sebuah rumah yang imut-imut, hehe.

Kami mencoba untguk menulis den mendeskripsikan dengan sedetail-detailnya rumah idaman Kami nantinya. Dan yang paling utama, kami bisa dengan yakin untuk  bisa membelinya. Kami melihat sesering mungkin tulisan dan gambar tersebut supaya memberikan kami ruang untuk berpikir dan tidak terburu-buru membeli rumah.

Hal yang krusial yang kami tentukan adalah sbb:

– Lokasi (Jauh dekat dengan kantor, kemudahan transportasi, macet atau tidak, keamanan, kontribusi lingtkungan terhadap perkembangan anak nantinya, dan satu hal yang menurut kami adalah hal yang penting, kemudahan untuk menuju lokasi belajar Ilmu Agama/tholabul ‘Ilm, karena faktor malas karena “jauh” lumayan memberi kami ujian untuk belajar Ilmu Dien)

– Harga, tidak hanya berkaitan dengan kemampuan kantong, namun melihat prospek harga rumah kedepan nya adalah satu sisi yang kadang terlupakan. Karena Rumah adalah investasi yang sangat menguntungkan, pemilihan rumah di lokasi yang strategis dengan harga yang tidak terlalu mahal, akan memberika keuntungan di kemudian hari. Boleh jadi harga rumah di lokasi A saat ini jauh lebih murah dibandingkan dengan lokasi B yang telah berkembang, namun bisa jadi dengan rencana infrastruktur yang tepat oleh pemerintahan kota setempat beberapa tahun kedepan justru harga rumah di lokasi A bisa jauh melampaui rumah di kota B. Naaaah info dari Dinas tata-kota sangat membantu mengenai arah pengembangan kota, jaringan tol di masa yang akan datang, sarana pendidikan dan pusat pembelanjaan. Satu hal lagi jangan sampai rumah kita adalah lahan yang nantinya akan dipakai untuk jalan Tol atau berada di area jalur hijau, naudzubillah jangan sampe deh rumah kena gusur.

Dalam hal ini, aspek utama yang kami pertimbangkan adalah lokasi vs uang tentunya… hehehe. Karena kantor saya di TB. Simatupang, maka rasa-rasanya tidak logis saya harus beli rumah di pusat kota, maka pilihan kami jatuh pada beberapa kota di sekitar Jakarta Selatan, Depok dan Bogor. Pernah terbesit daerah BSD, namun untuk kondisi keuangan kami saat ini yang lebih fokus dulu ke properti,  Depok memberikan fleksibilitas yang tinggi, karena klo di BSD otomatis harus punya mobil, jika terjadi apa-apa dengan mobil, masa iya saya harus naik motor ??? bisa masuk angin …, (ini hanya opini pribadi, dan mungkin beda orang akan memiliki persepsi yang berbeda pula)

Dan menurut info yang kami dapat dari data intel,hehehe, pembangunan ruas jalur tol akan segera dibangun untuk memudahkan akses area Tangerang-Jakarta Selatan-Jakarta Kota yang melintasi Depok, begitu pula ruas tol yang menghubungkan Jakart-Depok-Cimanggis-Bogor, membuat pilihan akhirnya jatuh ke Depok. Di samping itu uang di kantong memang rasa-rasanya pas untuk mendapatkan rumah di area Depok, dengan harga yang sama kami bisa dapat rumah yang lebih luas dibandingkan di area BSD maupun Jakarta Selatan.

Dan ternyata rumah yang saya dapatkan tidak jauh beda dengan yang dulu saya tulis, qadarullah.

2. Mulai Mencari Rumah Yang Diimpikan

Setelah kami mendeskripsikan rumah seperti apa yang kami inginkan, mulailah kami mencari info sebanyak-banyaknya, mulai dari internet via www.rumah.com misalnya, sampai kami harus berpanas-panasan masuk dari kompleks yang satu ke kompleks yang lain, dari kota yang satu ke kota yang lain, melihat pameran property, bahkan mencari info di koran-koran.

Namun perlu diingat, kita jangan tergiur dengan penampilan rumah yang terpampang di maket, foto, pamflet, poster dsb. Karena untuk membeli rumah kita harus “melihat”, “mendatangi”, “merasakan” rumah yang ingin kita beli. Bahkan kami berkali-kali mendatangi rumah yang ingin kami beli siang dan malam harinya, untuk merasakan suasana dan lalu lintas ketika siang ataupun malam hari ketika menuju/meninggalkan rumah yang ingin kita beli.

Jika uang Anda masih terbatas, wajib hukumnya menjalankan hal ini. Lihatlah rumah yang dijual sebanyak mungkin. Sediakan waktu untuk melihat minimal 50 rumah sebagai pembanding. Bahkan ada yang menetapkan sampai 100 rumah harus dilihat. Tujuannya adalah agar Anda memiliki pembanding dan “pikiran Anda terbuka”

Diantara puluhan atau ratusan rumah yang Anda lihat itu, setidaknya ada beberapa rumah yang cocok dengan keinginnan Anda.

Banyak orang yang membeli rumah tidak memiliki pembanding. Ia membeli misalnya ditawari saudara, lokasi dekat rumah, dan sebagainya. Jangan Anda melakukan hal ini. Jika tujuan membeli rumah juga untuk investasi, melakukan studi banding merupakan tips yang jitu untuk mencari rumah yang tepat sebagai aset.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s