Rintik hujan yang menemaniku


Tidak seperti biasanya, hari ini aku terbangun dengan jendela kamar yang berembun karena basah….kutengok keluar …. MasyaAllah ternyata hujan lebat telah mengguyur semalaman, membuat suhu kamar tidurku makin dingin saja.

Bergegas kupakai coverall berwarna kuning dan kubergabung dengan yang lainnya berjalan luntai di tengah suasana mendung dengan sedikit gerimis menyapa.  Subhanallah betapa indahnya pagi ini, terasa damai di hati.

Tampak di kejauhan hutan tropis dengan pohon yang khas yang tumbuh di rawa-rawa tampak hijau dan basah dan seolah layu walaupun daunnya masih tampak hijau. Di dekat hutan itu berjarak beberapa langkah dari tepian hutan berderet mobil double cabin ford ranger berwarna putih tersusun rapih dengan kaca yang mengembun dan basah.

Sejenak kutarik nafas dalam-dalam ….. tak terfikir olehku bahwa kami semua disini memakai coverall orange yang sama dan berada di tengah hutan yang hanya dibatasi hutan bakau berawa-rawa dan lautan yang luas, berkilo-kilo jauhnya dari keluarga yang ditinggal di rumah demi mencari nafkah. Berbicara mengenai nafkah sang suami terhadap keluarganya, mengingatkanku akan firman Allah ‘Azza wa Jalla dan Hadits yang Mulia dari Rasulullah Sallallahu’alaihi wasallam

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rizkinya hendaklah memberi nafkah dari apa yang telah Allah karuniakan kepadanya. Allah tidaklah memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang telah Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan” [Ath Thalaq : 7].

“Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf” [al Baqarah / 2:233]

Bertaqwalah kalian dalam masalah wanita. Sesungguhnya mereka ibarat tawanan di sisi kalian. Kalian ambil mereka dengan amanah Allah dan kalian halalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah. Mereka memiliki hak untuk mendapatkan rezki dan pakaian dari kalian”HR Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi

“Dari Mu’awiyah al Qusyairi Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Aku bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah hak isteri salah seorang dari kami yang menjadi kewajiban suaminya?” Beliau menjawab,”Engkau memberi makan kepadanya, jika engkau makan. Engkau memberi pakaian kepadanya, jika engkau berpakaian. Janganlah engkau pukul wajahnya, janganlah engkau memburukkannya, dan janganlah engkau meninggalkannya kecuali di dalam rumah”. [HR Abu Dawud, no. 2142; Ibnu Majah, no. 1850; Syaikh al Albani mengatakan: “Hasan shahih”].

Beberapa menit pun berlalu semenjak aku berdiri di depan teras kantorku dan aku pun beranjak pergi di bawah rintik hujan nan syahdu. Percikan hujan membasahi “googles” warna hitamku yang kutenteng dengan tangan kananku, sementara sepatu putihku yang mulai kusam berjalan menyibak jalan beton yang basah menuju mobil yang terparkir di depan.

Sejenak kulihat arlojiku dan jam menunjukkan pukul 07.30 WIT. Bismillah….. mudah-mudahan Allah memberikan kemudahan akan urusanku hari ini dan memberikan rizki yang halal. Amin.

Ditulis sesaat sekembalinya dari Main Control Building, Teluk Bintuni 11:00 WIT ketika hujan telah mulai reda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s