Catatan di Halaman Rumah – Peringatan Dewa Janus Pada Pukul 00:00


Suasana kantor kala itu terlihat hening, waktu menunjukkan pukul 15:15, hanya aku dan teman sejawat yang tersisa di penghujung hari menyambut Ashar dan berencana pulang ke rumah lebih awal dari biasanya. Alhamdulillah tanda-tanda hujan lebat malam ini membuat aku bersemangat pulang dan meringkuk dalam kehangatan selimut tanpa memperdulikan hingar-bingar sesuatu yang akan terjadi pukul 00:00.

Memasuki halaman rumah ditemani aspal yang basah di-sepanjang perjalanan, percikan-percikan air hujan membasahi kaki hingga maghrib pun terlwati dan mata terpejam lebih awal dan terbangun tidak tepat pada waktunya menjelang tengah malam, terdengar dari kejauhan suara ledakan di udara bak  suara flak canon yang menyalak tak henti-henti menyambut kedatangan pasukan divisi lintas udara 101 & 506 di tanggal 6 Juni 1944. Sontak aku terbangun dan keluar rumah…..tanpa alas kaki aku menuju halaman rumah yang kala itu kabut tipis sudah mulai menyelimuti gelapnya malam….jalanan depan rumah tampak sunti lengang, langit pun mulai membiru cerah dan terang, juntai daun pohon kelapa diam tak bergerak, tak ada angin dan udara pun bersih nian malam itu

Calm Night 1140 hrs

Kuamati sekeliling, tak satupun manusia kala itu keluar rumah kecuali aku sendiri, hingga pukul 11:50 malam menjelang 1 Januari 2014.

Calm Night 1145 hrs

Menjelang pukul 11:57 sebuah kejadian yang tak diinginkan terjadi, kembang api menyalak tidak pada tempatnya … entah karena tidak sengaja, selongsong yang mungkin dikira kosong menyala di darat dan menimbulkan kepanikan, walaupun tidak terjadi sesuatu malam itu, mudah-mudahan hal itu bisa menjadi pelajaran

Calm Night 1157 hrs

Nyaris mendekati tengah malam, suasana pun berubah drastis, kompleks rumah yang semula hening, berubah seketika, saat dentuman saling sahut menyahut, tampak satu keluarga dengan sengaja keluar rumah untuk merayakan sesuatu yang ternyata nama Januari diambil dari kata “Janus” yang merupakan dewa dalam mitologi Yunani yang berarti tuhan permulaan. Janus “dikhayalkan” oleh penduduk romawi dengan dewa berkepala dua yang wajahnya menghadap arah yang berlawanan, yang berarti satu wajah menghadap ke bulan-bulan yang ditinggalkan dan satu wajah menatap bulan yang akan datang dengan penuh ketidakpastian. Yang pasti dewa “khayalan” yang bernama “Janus” ini memiliki arti yang penting di jajaran dewa-dewa zaman Paganisme. Terlepas dari mitologi kedewaan, yang pasti kita hidup di jaman yang sudah tidak semestinya berpesta untuk sesuatu yang hanya “khayalan” semata bukan?

Bahkan dari beberapa literatur, perayaan menyambut tahun Masehi juga sudah pernah dilakukan oleh masyarakat Madinah jaman Jahiliah, yang disebut hari raya Nairuz, yaitu hari pertama dalam perhitungan tahun bangsa arab yg diukurkan ketika matahari brada pada titik bintang haml/aries.

Dari Anas bin Mâlik radhiyallâhu ’anhu beliau berkata : Rasūlullâh Shallâllâhu ’alahi wa Sallam tiba di Madînah dan mereka memiliki dua hari yang mereka bermain-main di dalamnya. Lantas beliau bertanya, ”dua hari apa ini?”. Mereka menjawab, ”Hari dahulu kami bermain-main di masa jahiliyah.” RasūlullâhShallâllâhu ’alaihi wa Sallam mengatakan : ”Sesungguhnya Allôh telah menggantikan kedua hari itu dengan dua hari yang lebih baik bagi kalian, yaitu hari idul adhhâ dan idul fithri.” [Shahîh riwayat Imâm Ahmad, Abū Dâwud, an-Nasâ`î dan al-Hâkim.]

Berikut hingar bingar yang sempat terekam jejak kamera……..

Kembang api pun mulai menyalak

Calm Night 0002 hrs

Calm Night 0002 hrs B&W

Calm Night 0005 hrs

Jarum dinding meninggalkan tengah malam, suara dentuman berkurang drastis dan kembali suasana mulai hening, kabut pun mulai turun lebih tebal lagi bercampur dengan asap hasil pembakaran kembang api yang menyalak tak henti-henti nya.

That’s it ….

Hanya berlangsung beberapa jam perayaan “menghormati dewa Janus” dan malam pun kembali sunyi senyap

Calm Night 0015 hrs

Allah berfirman, “Janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (al-Isra’: 36)

♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦

Ditulis di pagi harinya

Dan hari pun masih tetap mendung

Tanggal 29 Bulan Shafar 1435 Hijirah

atau

1 januari 2014

♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦

About these ads

3 thoughts on “Catatan di Halaman Rumah – Peringatan Dewa Janus Pada Pukul 00:00

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s