Sebuah Taman Bernama Taman Bunga Nusantara


Malam yang sibuk ditutup dengan rampungnya bumbu nasi kuning….terbayang nasi kuning, perkedel dan berbagai macam lauk yang mengepul-ngepul di tengah hamparan daun teh. Ternyata malam yang sibuk itu pun menggeret penghuni rumah yang terbangun kesiangan. Begitu langit mulai tampak kontras dengan atap-atap, membiru cerah… “Astaghfirullah…shubuh udah nyaris lewat…”  lantas kami berlarian tunggang langgang.

Setelah situasi mulai nampak terkendali…dan semua siap….ternyata tutup tangki power steering mobil terjatuh ke bagian bawah dek mesin …“what a time….” di tengah suasana yang hectic akhirnya aku tiduran terlentang di atas aspal mencari dimana tutup itu terjatuh…walhamdulillah tidak membutuhkan waktu lami, aku duduk di ruang kemudi dan semua anggota keluarga di dalam mobil duduk dengan manis….bak pilot pesawat kami menanyakan kesiapan para penumpang…

“seat belt ?…”check!!

“kamera ? ….”check!!

“HP & kunci rumah ? … “check!!

“nasi kuning dan lauk-pauknya? … “check

Istri menimpali … “Jam Tangan ga lupa?!! … aku jawab “sudah” Sudah melingkar di pergelangan tangan … 

Jalan berkelok naik turun…kebun teh membentang di sebelah kanan-kiri sepanjang perjalanan….aku buka jendela mobil kanan dan kiri beserta sunroof…walhasil angin sejuk pagi hari mengalir deras ke sudut-sudut kabin….dan tak satupun ruangan dalam kabin mobil yang tak merasakan sejuk dan segarnya udara pegunungan kawasan puncak pagi hari.

Tak lama kemudian perut keroncongan …. terbayanglah bekal nasi kuning buatan istri, wangi dan aromanya seolah bocor keluar thermos nasi di bagasi belakang menuju ruang kemudi,,,,yap…kubanting setir ke kanan, kami memasuki kawasan gunung mas untuk sarapan….karena istri sedang hamil 8 bulan (kala itu), aku mengesampingkan keinginan untuk menyusuri jalanan mendaki diantara kebun teh…udara sejuk meyapa, panorama gunung di kejauhan nampak begitu indahnya, dan dalam sesaat mobil disulap menjadi mobil karavan wisata, dengan berbagai macam bekal makanan tersaji di dalam mobil….kami makan dengan lahapnya…(karena memang belum sarapan). Agrowisata Gunung Mas ini dikelola oleh PTPN VIII Gunung Mas yang merupakan peninggalan kolonial Belanda…seperti biasa…aku suka banget yang berbau-bau peninggalan penjajah….

Tak lupa kami melihat proses pengepakan teh Walini…dan membeli satu-dua kotak teh….penasaran akan rasa teh yang satu ini..!!!

Namun ini bukan akhir cerita … perjalanan nan rumit berikutnya membawa kami ke agenda utama perjalanan kali ini….yaitu.. TAMAN BUNGA NUSANTARA…setelah bertahun-tahun penasaran (sebenernya ga sampai tahunan siih..heheh) akhirnya setelah melewati jalan yang sangat tidak meyakinkan bahwa itu satu-satunya jalan ke lokasi, kami tiba dengan selamat….setelah memasuki lokasi….waaah alhamdulillah…mata ini sedikit terobati oleh indahnya bentangan bunga sekaligus warna-warninya…walaupun aku lelaki namun indahnya bunga dan berbbagai ragam warnanya tak pelak membuat tanganku tak kuasa mengabadikannya….sila dinikmati pemandangannya

Lampu di salah satu sudut di tepian jalan Taman Bunga Nusantara

Lampu di salah satu sudut di tepian jalan Taman Bunga Nusantara

Menikmati bagaimana angsa hitam berenang kesana kemari...jadi pingin ikut nyelam...eehh

Menikmati bagaimana angsa hitam berenang kesana kemari…jadi pingin ikut nyelam…eehh

Berbaris....

Berbaris….

Di salah satu sudut taman Amerika....membayangkan halaman rumah menyajikan nuansa romantisme seperti ini

Di salah satu sudut taman Amerika….membayangkan halaman rumah menyajikan nuansa romantisme seperti ini

It's OK to be unique

It’s OK to be unique

Twin Roses

Twin Roses

Di salah satu area di Taman Bunga Nusantara

Di salah satu area di Taman Bunga Nusantara

Air mancur yang menari ...

Air mancur yang menari …

Lokasi favorit kami sekeluarga

Lokasi favorit kami sekeluarga

Di tengah terik matahari yang cukup panas...berteduh di depan air mancur merupakan ide yang patut dicoba

Di tengah terik matahari yang cukup panas…berteduh di depan air mancur merupakan ide yang patut dicoba

Di salah satu sudut sebelum memasuki taman utama

Di salah satu sudut sebelum memasuki taman utama

Di tepian jalan di taman Meksiko

Di tepian jalan di taman Meksiko

Masih di tepian jalan di Taman Meksiko

Masih di tepian jalan di Taman Meksiko

....again...

….again…

Di taman Amerika

Di taman Amerika

Bunga Matahari di Taman Amerika

Bunga Matahari di Taman Amerika

Saat memasuki taman bunga ini…kita akan disuguhi oleh merak raksasa yang terbuat dari bunga…dengan berbagai macam bunga yang menjadi hiasannya. Tidak jauh dari merak raksasa ada jam raksasa yang cukup besar yang bisa dilihat dari pintu masuk…sayang karena keterbatasan yang ada tidak semua spot menarik bisa aku sajikan.

Setelah melewati suguhan awal yang menggoda, lantas kita disuguhi koleksi taman bunga yang bersifat tematik, ada taman Meksiko, taman Perancis, taman Belanda, dan beberapa taman dari mancanegara.

Dengan tiket masuk yang ramah di kantong (kalau tidak salah Rp.25,000 untuk kendaraan mobil), perjalanan tak lebih dari 2 jam dari rumah kediaman kami, rasanya ini adalah tempat hiburan yang layak untuk dipertimbangkan, terutama yang telah memiliki keluarga dan anak kecil yang suka berlarian. Karena tempat ini dilengkapi area permainan untuk anak-anak, selain lapangan bola nan hijau, serta mainan miniatur untuk anak-anak seperti Go Kart, Train dsb

Taman bunga ini didirikan tahun 1995 dengan Ibu Tien Soeharto yang menjadi pelopornya. Taman Bunga Nusantara ini selain untuk rekreasi juga dijadikan tempat uji coba tanaman-tanaman baru yang nanti nya mungkin bisa dibiakkan secara lokal di daerah ini. Namun ada satu hal yang menjadi sorotan adalah akses ke lokasi Taman Bunga Nusantara, ketika melewati jalan-jalan di daerah Cipanas hampir disepanang jalan kita akan dimanjakan oleh berbagai macam penjual tanaman berbunga maupun non bunga. Jalan nya cukup sempit dilalui dan sedikit rusak karena sepertinya tidak dirancang sedemikian rupa untuk dilewati oleh kendaraan besar, sehingga penuh lubang di sana-sini. Sebaiknya para pengendara harus lebih berhati-hati untuk menuju ke sini, karena bahkan Bus pariwisata pun ternyata menempuh alur yang sama.

Akhirnya ketika hari beranjak siang, kami duduk di salah satu tenda makan di dalam lokasi, karena udara kala itu cukup terik, minuman teh dingin sedikit menghilangkan rasa haus setelah berkeliling ria menikmati indahnya taman bunga. Hingga akhirnya kami harus beranjak pulang kembali ke rumah. Sungguh pengalaman yang bagus buat si kecil yang bisa berwisata sambil belajar mengenal bunga.

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Selamat Berlibur…

Pagi hari yang cerah menikmati hangatnya matahari di tengah cuti karena sakit

sehari sebelum libur panjang

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

4 thoughts on “Sebuah Taman Bernama Taman Bunga Nusantara

  1. Kapan nih mas? Sekitar 2 bulan yang lalu saya kesana lagi, tetapi saya malas untuk masuk kedalam, karena sudah jauh berubah, lebih tidak terawat, gak tahu dalamnya…

    • kira2 pertengahan tahun 2012, oh ya?? pas saya kesana beberapa bunga nampakk masih baru ditanam, wah menyedihkan ya…kok ya setengah2 kalo punya objek wisata, ga mau total melihara & merawatnya, dan hampir terjadi di semua objek wisata, dari kebun binatang sampe yang kebun bunga rupanya ga jauh beda nasibnya

  2. tergelitik untuk ikutan komen… membaca komen dari mas ahmad.. srius ya taman bunga nusantara lebih tidak terawat? krn objek wisata ini..mrupakan tempat kenangan saya sejak belasan tahun lalu waktu saya dan adik2 saya kecil..orang tua sering mngajak saya kesana..SD..SMP..dan bahkan ktika sudah mempunyai anak..saya mlihat taman bunga nusantara smakin bagus..makin banyak fasilitas..dan tempat wisata saya sampai skrg krn mlihat dr dulu sangat terawat…

    apakah benar yg dimaksud mas ahmad ini adlh taman bunga nusantara cipanas? krn byk orang suka ketuker dgn taman bunga yg lain

    *ceritanya ga terima baca info klo tmpat favorit dan penuh kenangan dari kecil..tidak terawat sedang sy th tmpat ini sangat tlihat dirawat sjak dulu..

    permisi.. :)

    • Taman Bunga Nusantara yang di Cipanas kan? Yang melewati perumahan ‘Kota Bunga’ dulu kan? Apabila bener, berarti ya itu taman bunga yang kita maksudkan mba. Saya waktu itu gak sampai masuk kedalam, karena saya lihat diluar kok sepertinya kurang terawat. Nursery yang ada sebelum masuk kelihatan gak terawat. Saya juga menyesalkan apabila taman bunga itu tidak terawat. Karena tidak masuk kedalam, saya tidak tahu kondisi dalamnya, karena saya sudah berpersepsi tidak terawat setelah melihat kondisi dibagian depannya. Semoga persepsi saya salah :-)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s